Close

Tubo Belerang kembali Landa Maninjau, Puluhan Ton Ikan Keramba Mati Mendadak, Petani KJA Salingka Danau Alami Kerugian

TUBO BELERANG— Ribuan ikan mati dan meninggalkan bau busuk akibat tubo belerang yang terjadi di Danau Maninjau, Jumat (18/11).

AGAM, METRO–Petani Keramba Jala Apung (KJA) Salingka Danau Maninjau harus kembali menelan pil pahit setelah ikan keramba yang menjadi sandaran eko­nomi mereka sudah menjadi lautan bang­kai.

Mirisnya, rata-rata ikan yang mati mendadak da­lam keramba tersebut adalah ikan-ikan yang uku­ruannya su­dah layak pa­nen, sehingga menambah terpukulnya para petani KJA Salingka Danau Maninjau.

Salah seorang petani KJA di Jorong Sungai Tampang, Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya bernama Marah (28) mengatakan, kematian ikan secara mendadak ini terlihat pada Jumat (18/11) pagi, disaat ia hendak memberi makan ikan.

“Sebelum sampai Karamba, bau busuk sudah tercium. Setelah melihat kondisi karamba, ternyata bau busuk terebut berasal dari ikan-ikan yang ada dalam setiap petak karamba yang sudah mati bagaikan lautan bangkai,”katanya.

Ia sudah menduga hal yang seperti ini akan terjadi, sebab dalam beberapa hari belakangan ini kondisi air memang tidak stabil lagi. “Ini diperkuat dengan adanya ikan-ikan yang mati setiap harinya bahkan dalam setiap keramba rata-rata 50 ekor dalam satu hari,”sebutnya.

Ditambah kondisi cuaca dalam beberapa hari ini cukup ekstrim, hujan dan badai secara terus menerus terjadi. “Kami menduga ikan-ikan dalam keramba itu akibat tubo belerang, dan hal ini diperkuat dengan adanya informasi dari rekan-rekan pe­tani keramba salingka Danau Maninjau, kematian ikan ke­ramba hampir merata salingka Danau Maninjau ini,”pung­kasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam  Rosva Deswira membenarkan kematian ikan keramba milik para petani KJA ini.

“Dari data awal peninjauan oleh tim ke lokasi kematian ikan KJA di Tapian Tampuniak Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, bersama Kadis Lingkungan Hidup, dan Camat Tanjung Raya, saat ini ikan jumlah ikan yang mati diperkirakan sebanyak 45 ton,”ujarnya.

Dikatakannya, jumlah ter­sebut berasal dari 124 petak KJA dengan pemilik 27 orang pembudidaya.

“Kami belum bisa melakukan evakuasi terhadap bangkai ikan yang telah mati itu. Hal ini dikarenakan, masih ada ikan di KJA sekitar masih dalam kondisi maangai (ke­kurangan oksigen). Bila eva­kuasi dipaksakan, akan memicu kondisi ikan yang maangai semakin stres,”se­butnya.

Ia menuturkan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan data secara rinci karena tim masih melakukan pendataan di lapangan terkait berapa total keseluruhan ikan petani KJA ini yang mati.

“Yang jelas, kematian ikan petani KJA ini sudah terlihat nyata, namun dari data belum bisa dipastikan, sebab ikan keramba ini, kalau sudah mati ia langsung terbenam dan ketika perutnya sudah pecah maka barulah ia mengapung ke dasar,”pungkasnya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top