Menu

Truk Bermuatan Kayu Balok Ilegal Terjaring Razia, Rencana Dibawa ke Somel untuk Diolah

  Dibaca : 123 kali
Truk Bermuatan Kayu Balok Ilegal Terjaring Razia, Rencana Dibawa ke Somel untuk Diolah
BARANG BUKTI— Kanit II Satreskrim Polres Limapuluh Kota Iptu Heri Yuliardi memperlihatkan truk hasil tangkapan yang bermuatan puluhan batang balok kayu ilegal.

LIMAPULUH KOTA, METRO
Truk Colt Diesel dengan pelat nomor BA 8004 LC kedapatan membawa puluhan balok kayu olahan tanpa dilengkapi dokumen yang sah alias ilegal. Truk tersebut terjaring razia Satlantas Polres Limapuluh Koa di Jalan Nasional Sumbar-Riau, Kecamatan Harau.

Diduga, kayu balok tersebut merupakan hasil pembalakan liar atau illegal logging yang diambil di kawasan Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Limapuluh Kota. Kayu balok puluhan kubik itu akan dibawa oleh sopir truk berinisial PL untuk diolah di somel (tempat pengolahan kayu) miliknya.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso melalui Kanit II Satreskrim Iptu Heri Yuliardi mengungkapkan, dalam kasus membawa atau mengangkut kayu balok olahan tanpa dokumen tersebut, pihaknya mengamankan seorang tersangka yang terlibat dalam kasus membawa atau mengangkut kayu balok olahan tanpa dokumen tersebut.

“Penangkapan dilakukan pada hari Selasa (29/9) lalu. Penangkapan berawal kegiatan razia penertiban dan pemeriksaan rutin yang dilakukan anggota Satlantas Polres Limapuluh Kota di Jalan Negara Kilometer 15 Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Saat razia melintas truk Colt Diesel yang bermuatan puluhan batang balok kayu olahan,” kata Iptu Heri.

Iptu Heri menjelaskan, saat mobil truk Colt Diesel yang dikemudikan tersangka berinitial PL (31) warga Nagari Pilubang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota itu dihentikan petugas, ternyata kayu balok olahan yang dibawanya tidak memiliki surat-surat atau dokumen yang sah.

“Atas temuan itu anggota Satlantas melaporkan kasus tersebut kepada Satreskrim. Mendapat laporan itu, kita langsung datang ke lokasi mengamankan truk bermuatan kayu ilegal serta sopir ke Mapolres untuk dilakukan penyidikan. Dari hasil pemeriksaan, memang tidak ada dokumennya,” ungkap Iptu Heri.

Ditambahkan Iptu Heri, tersangka PL mengakui kayu balok olahan tanpa dukumen yang dibawanya itu dibeli dari seseorang di Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Harau. Dari pengakuan tersangka, kayu balok olahan ini rencananya akan dibawa ke somel miliknya untuk diolah.

“Tersangka ditangkap karena diduga keras melakukan tindak pidana, barang siapa dengan sengaja mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan yang tidak dilengkapi bersama-sama dengan surat keterangan sahnya hasil hutan sebagaimana yang dimaksud dalam rumusan Pasal 50 Ayat (3) huruf h Jo Pasal 78 Ayat (7) Undang-undang RI Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan diancam hukuman di atas 5 tahun penjara,” tutupnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional