Close

Trotoar Permindo “Dijajah” Parkir Liar

PARKIR LIAR— Tim Praja Wanita Satpol PP Kota Padang memindahkan sepeda motor yang parkir di atas trotoar Permindo. Pemilik sepeda motor juga diminta untuk tidak memarkirkan motornya lagi di trotoar.

TAN MALAKA, METRO
Trotoar di kawasan pedestrian Permindo, sudah lama dipugar dan tampak cantik, karena dilengkapi dengan lampu hias dan juga tempat duduk. Tapi trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki itu kini berubah menjadi area parkir.

Selain kendaraan parkir, di trotoar juga banyak pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangannya. Akibatnya, trotoar yang sejatinya diperuntukkan untuk pejalan kaki kini sudah “dijajah” oleh parkir motor dan PKL. Bahkan, pemandangan itu banyak ditemukan di depan toko-toko, yang dijadikan tempat parkir motor pengunjung.

Kamis (18/3), sejumlah tim Praja Wanita Satpol PP Kota Padang melakukan penertiban di kawasan Permindo. Sepeda motor yang seenaknya parkir di trotoar dipindahkan Tim Praja Wanita. Pemilik sepeda motor juga diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Selain PKL yang masih berjualan, petugas juga mengingatkan tukang parkir dan pengunjung agar tidak lagi menggunakan trotoar sebagai tempat parkir kendaraan roda dua maupun roda empat,” tegas Plh Kasat Pol PP Kota Padang Yefri.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keindahan dan estetika Kota Padang yang sudah bagus, khususnya di kawasan pedestrian Permindo. Selain itu, demi kenyamanan pengendara dan pejalan kaki yang akan melintasi di jalur pedestrian Permindo.

“Petugas Satpol PP terus disiagakan setiap hari untuk menjaga trotoar di kawasan tersebut, bagi mereka yang sudah diingatkan tidak juga mengindahkan, anggota Satpol PP akan melaksanakan tindakan pembinaan yang lebih mendalam serta akan memberikan tindakan tegas seperti disidangkan,” jelas Yefri.

Menurut dia, trotoar-trotoar di Kota Padang saat ini sudah bagus, karena telah selesai dipugar. Dengan cantiknya trotoar ini akan memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki. Jangan karena ego dan kepentingan pribadi, membuat Kota Padang tidak teratur. Trotoar yang sudah diperbaiki akan cepat rusak jika motor dan mobil parkir di atasnya,” tukas Yefri.

Ia menghimbau kepada warga Kota Padang agar tidak menggunakan trotoar dan badan jalan untuk berjualan. Kemudian meletakkan iklan dan parkir kendaraan baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Karena hal tersebut jelas melanggar Perda Nomor 11 Tahun 2005 perubahan Perda Nomor 04 tahun 2007 tentang Tibum. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top