Close

Trio Pemain Sabu Internasional Diciduk

sabu posmetroweb
Ilustrasi

PADANG, METRO–Terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu, ayah empat anak bersama dengan dua rekannya ditangkap oleh Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar di salah satu hotel kawasan GOR H. Agus Salim, Kecamatan Padang Barat, Minggu (30/8) dini hari.

Ketiga pelaku yakni, Wenrizal (39), Mahdiyal (26) dan Robert (42) yang merupakan warga Surantiah, Kabupaten Pesisir Selatan. Selain menangkap ketiganya, polisi juga berhasil menyita beberapa barang bukti demi kepentingan penyelidikan selanjutnya, di antaranya tiga paket sabu ukuran sedang senilai Rp12 juta, alat hisap sabu (dot), tiga dompet, dua gadget dan dua handphone nokia, serta kunci mobil jenis Avanza.

Informasi yang dihimpun POSMETRO, sebelum penangkapan Tim Opsnal Dit Res Narkoba Polda Sumbar memeroleh laporan dari warga bahwa ada tiga orang yang mana gerak-geriknya mencurigakan dalam mobil dalam perjalanan ke Kota Padang. Setelah mendapatkan informasi terkait nomor polisi dan jenis mobil tersebut.

Polisi spesialis pemberantasan narkoba langsung melakukan pengintaian dengan membuntuti kendaraan pelaku hingga di Padang. Setiba di Padang, para penyalahguna dan pengedar narkoba ini pun menuju Cafe All Star. Untuk menangkapnya dan memastikan ketiganya memiliki sabu, petugas kemudian melakukan teknik undercover buy, dimana petugas melakukan penyamaran sebagai pembeli narkoba dan mengajak pelaku untuk bertransaksi.

Termakan umpan, mereka pun mendatangi lokasi yang ditentukan di salah satu hotel di kawasan Padang Barat tersebut. Pelaku kemudian memperlihatkan sabu yang telah dipesannya dan petugas langsung menangkap ketiganya tanpa perlawanan.

Di sela-sela pemeriksaan, Wenrizal mengaku bahwa dirinya masih memiliki sabu yang disimpan di rumahnya di Timbulun, Kanagarian Surantiah, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan. Petugas kemudian melakukan pengembangan ke rumah pelaku dan setiba di lokasi, petugas langsung melakukan penggeledahan.

Alhasil, dua paket sedang sabu ternyata ditemukan di dalam kamar dan tersimpan dalam dus telepon selular yang ditempatkan dalam bilik lemari kayu. Berhasil mengumpulkan barang bukti, ketiga pelaku kemudian dibawa ke Ditres Narkoba Polda Sumbar guna pengusutan lebih lanjut.

Direktur Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Alamsyah Marzoeki didampingi Kabag Bin Ops, AKBP M Yasli mengatakan, setelah pelaku ditangkap petugas langsung menginterogasinya untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba yang diduga memiliki jaringan internasional.

”Pelaku sering berpergian ke Malaysia dan diduga tujuannya kesana untuk menjemput barang haram tersebut. Saat ini, ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas untuk mengungkap sepak terjang ketiga pelaku dalam peredaran narkoba,” kata Yasli.

Yasli mengatakan, setelah menginterogasi pelaku petugas juga akan mengorek keterangan dari pria ini, terkait bagaimana sepak terjangnya dalam menjalankan bisnis haramnya hingga masuk dalam jaringan internasional. Dan juga mengungkap siapa-siapa yang terlibat dalam jaringannya, agar satu per satu pelaku yang saling berkaitan dapat ditangkap.

”Kami masih melakukan pengembangan dan mengorek keterangan dari pelaku darimana dia mendapatkan barang haram tersebut. Sementara dua orang kita tetapkan sebagai pengedar dan satu orang sebagai pemakai. mudah-mudahan saja bisa kita bongkar,” ujar Yasli.

Akibat ulahnya, pelaku akan dijerat dengan pasal pasal 127, 112  jo 114 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika diatas 5 tahun penjara sampai 20 tahun penjara.

Terpisah, Wenrizal diketahui sehari-harinya bekerja sebagai supir travel itu, mengaku kalau barang haram itu diperoleh dari Malaysia. Untuk mendapatkan barang haram tersebut, dia nasuk ke Indonesia dengan menumpang keatas Kapal Ferry Dumai dan menitipkan ke salah seorang perempuan inisial I.

Dalam menjalankan bisnisnya, dia sendiri yang menjemput barang tersebut, setelah itu membawanya ke Pesisir Selatan. Sabu tersebut dia beli dengan paket besar seharga Rp12 juta, lalu membaginya dalam beberapa paket sedang.

Selain itu, latar belakang hingga dia terjun dalam jaringan peredaran narkoba berawal dari coba-coba, sampai akhirnya candu dan mengedarkan, dan itu sudah dilakoni selama dua tahun tanpa sepengetahuan keluarganya.

“Kebetulan saya dari Malaysia dan barang itu sistem titip dan jemput, bolak balik Malaysia dan Indonesia juga telah berulang kali,” ujarnya mempertegas.

Selain itu, pelaku ini mengaku hanya sebagai pemakai bukan sebagai pengedar. ”Saya hanya pakai saja, tidak untuk diedarkan. Kalau diedarkan, palingan untuk kawan-kawan dengan mengembalikan  modal saya saja pak,” sambungnya.

Mahdiyal, rekan dari Wenrizal menyebutkan, keterlibatan dirinya karena diajak oleh Wenrizal. Untuk berangkat ke Padang, dia setuju dengan ajakan Wenrizal dan kemudian mengajak temannya Robert.

”Kami berangkat menggunakan mobil, setiba di kawasan Bayang, kami berhenti sejenak lalu memakai sabu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Padang menuju kafe sekitar jam 10 malam sampai akhirnya ditangkap di hotel pada dini hari,” ujar Mahdiyal, yang merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Padang tersebut saat pemeriksaan.

Hingga kemarin siang, Wen dan dua rekannya dititipkan di Mapolsek Padang Barat untuk mempermudah pemeriksaan. Ironisnya, di sela-sela pemeriksaan, putri dari Wen menangis histeris saat melihat ayahnya berhadapan dengan petugas kepolisian. (cr9)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top