Menu

Tragis! Guru SMK Terjebak Kobaran Api

  Dibaca : 477 kali
Tragis! Guru SMK Terjebak Kobaran Api
MEMADAMKAN API— Petugas Damkar melakukan penyemprotan air untuk memadamkan api yang membakar satu Rumah Gadang dan tiga unit rumah di Jorong Parik, Nagari Bukik Tandang. Akibat kebakaran itu, satu orang meninggal dunia.

SOLOK, METRO
Kebakaran hebat meludeskan tiga rumah dan satu ‘Rumah Gadang’ di Jorong Parik, Nagari Bukik Tandang, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Minggu (23/2) sekitar pukul 11.30 WIB. Tragisnya, kebakaran itu merenggut nyawa satu orang penghuni ‘Rumah Gadang’ yang ditemukan dalam kondisi gosong di bawah tumpukan puing-puing yang sudah jadi arang.

Korban meninggal diketahui bernama Asra Hadi (43) yang tercatat sebagai guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tanjuang Alai. Korban ditemukan oleh petugas Damkar dalam kondisi yang sangat mengenaskan dan bahkan tidak bisa lagi dikenali. Jasad korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk dibersihkan lalu diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.

Dari informasi yang didapat, api terlihat oleh warga pada pukul 11.30 WIB dan begitu cepat membesar membakar bangunan rumah gadang yang berbahan material kayu. Sontak, kebakaran itu membuat warga setempat panik dan berbondong-bondong datang membantu memadamkan api dengan alat seadanya sembari membantu mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam rumah.

Namun, api semakin tidak terkendali dan malah semakin membesar menyambar tiga rumah yang berada di sebelahnya. Petugas pemadam kebakaran yang mendapat laporan bergerak cepat ke lokasi. Petugas berupaya melokalisasi api agar tidak merambat kebangunan lain lantaran kawasasan itu sangat padat rumah-rumah warga.

Karena sebagian besar bahan bangunan rumah mudah terbakar, membuat petugas kesulitan menjinakkan api. Api baru dapat dipadamkan setelah seluruh bangunan luluh lantak terbakar api. Ketika petugas melakukan proses pendinginan, tiba-tiba ditemukan sosok jasad dengan kondisi hangus terbakar diantara tumpukan puing rumah.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Solok Efriadi Sikumbang mengatakan korban diduga terjebak di dalam rumah saat kebakaran terjadi dan terkepung kobaran api sehingga tak bisa menyelamatkan diri.

“Korban tidak bisa menyelamatkan diri saat kebakaran. Api dengan cepat menyambar ke sisi bangunan, karena rumah gadang dari kayu semua. Korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Efriadi.

Efriadi menjelaskan, proses pemadaman api berlangsung sekitar satu jam. Lima unit armada pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian. Seluruh bangunan habis terbakar dan barang berharga tidak bisa diselamatkan. Selain korban jiwa, kebakaran hebat itu ditaksir menelan kerugian Rp1,5 miliar.

“Dugaannya api berawal dari arus pendek. Tapi tetap kebakaran ini kami serahkan ke pihak kepolisian. Begitupun korban lagi ngapain itu biarkan pihak kepolisian. Karena hal itu merupakan kewenangan Polisi,” katanya.

Efriadi menambahkan satu orang korban jiwa dalam kebakaran itu atas nama Asra Hadi merupakan guru di SMK di Tanjuang Alai. Dijelaskannya, empat unit rumah yang terbakar diantaranya Rumah Gadang (rumah adat) milik Dt Endah Kayo, Penghulu Suku Sungai Napa.

“Tidak satupun barang yang selamat dari rumah tersebut. Kemudian rumah milik Usra. Sebagian barang berharga bisa diselamatkan. Penghuni rumah terdiri dari empat anggota keluarga. Selanjutnya api juga menghanguskan rumah milik Rumah Tati yang dihuni lima jiwa. Kemudian rumah Johana dengan penghuni dua jiwa,” pungkasnya. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional