Menu

Tragedi Senja Kelam Danau Tandikek, Usut Tuntas, Diduga Ada Kelalaian

  Dibaca : 1805 kali
Tragedi Senja Kelam Danau Tandikek, Usut Tuntas, Diduga Ada Kelalaian
PENCARIAN—Pencarian korban tragedi senja kelam di okjek wisata Danau Tandikek Camping Ground Kandih, Kota Sawahlunto.

SAWAHLUNTO, METRO–Berbagai tanggapan terkait kasus teng­gelam­nya 5 orang korban di Danau Tandikek Camping Ground Kandih.  Kali ini datan dari, Anggota DPRD Provinsi Rico Alviano dari partai PKB yang cukup berduka cita akibat mu­sibah ini. Menurutnya, peristiwa ini harus diusut tuntas untuk mengetahui pasti penyebab musibah itu  kenepa sampai me­nelan korban jiwa.

“Di sini kita sangat mendukung untuk diusut tuntas mengenai objek wisata danau Tandikek camping ground di Kota Sawahlunto karena sudah memakan korban dan ka­bar dari keluarga korban yang mengatakan bahwa mereka dipungut biaya masuk, namun karcis tidak diberikan. Padahal saat keluarga dan korban ma­suk sudah melewati batas waktu kunjungan. Ini juga menjadi pembahasan dan perhatian saat ini di DPRD Sumbar kenapa pihak pe­ngelola bisa mengizinkan pengunjung masuk di luar waktu berkunjung,” kata Rico Alviano, anggota DPRD Propinsi Sumbar asal Kota Sawahlunto ini, Jumat (28/5).

Dia menambahkan, bah­­wa harus ada tanggung jawab dari pihak pengelola sebab pengunjung mem­bayar biaya masuk meski tidak diberikan karcis. Se­m­entara anggota DPRD Sawahlunto Dasrial Ery dari partai PDIP sangat menyayangkan, peristiwa ini sampai terjadi. Menu­rutnya DPRD Sawahlunto sebagai Pengawas sudah sering mengingatkan ke­pada pemerintah Kota Sawahlunto untuk meme­nuhi standarisasi pe­nge­lolaan objek wisata.

“Setiap objek wisata harus ada posko kese­hatan sebagai penangan pertama bila terjadi kece­lakaan pada waktu ber­wisata, harus ada safety seperti adanya petugas keamanan dan satpol PP yang bertugas dan disiplin pengelola. Disini yang terlihat terjadinya kela­laian dari pihak pengelola dimana bisa pengunjung masuk diluar batas waktu berkunjung dan mem­bayar pula,” jelas Dasrial.

Dasrial menambah­kan,  kasus ini harus di­investigasi menyeluruh kepada pihak yang ber­tanggung jawab dalam hal ini pihak pengelola, OPD terkait dan pemerintah kota. Pertanyaannya se­lain kelalaian tersebut juga apakah objek wisata ini diperhatikan pemeli­haraan fasilitas dan sa­rana yang ada. Dia juga mengatakan nanti kede­pannya pihak DPRD juga akan melakukan perte­muan dengan pemerintah kota terkait objek wisata yang ada di Sawahlunto, apalagi sampai ada 5 orang korban jiwa.

“Kami juga mengi­ngin­kan agar secepatnya pi­hak pemko berkerjasama dengan pihak berwajib dalam hal ini Polres Sa­wahlunto untuk mengusut tuntas kesalahan kon­truksi dan kelalaian dalam disiplin pengelolaan objek wisata yang tidak dipenuhi oleh pihak pengelola,” ujar Dasrial.

Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur, Jumat (28/5) mengungkapkan me­ngenai kesiapan ang­go­tanya dari awal timbul­nya kasus tenggelamnya 5 orang di Danau Tandikek ini.

“Sebenarnya kami da­ri awal sudah menyelidiki kasus ini, namun untuk saat ini belum bisa dise­butkan hasilnya. Karena masih proses penyeli­dikan. Dan pihak Polres pun akan mendatangkan saksi-saksi ahli untuk mem­buktikan mengenai runtuhnya dermaga. Juga kami masih mengum­pul­kan keterangan saksi me­ngenai sebab akibat dari kelalaian pengelola objek wisata,” ujar Junaidi.

Ketika disinggung m­e­ngenai apakah ada unsur pidana dalam kasus teng­gelamnya 5 orang warga Sawahlunto ini, Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur belum bisa mem­beri­kan keterangan. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional