Menu

Tragedi Senja Danau Tandikek Camping Ground Kandih, Saksi Ahli Unand bakal Didatangkan

  Dibaca : 354 kali
Tragedi Senja Danau Tandikek Camping Ground Kandih, Saksi Ahli Unand bakal Didatangkan
DERMAGA—Kondisi dermaga Danau Tandikek Camping Ground Kandih pasca memakan korban jiwa lima orang pengunjung beberapa waktu lalu.

SAWAHLUNTO, METRO–Sudah dua pekan le­bih, tragedi kelam tewas­nya 5 orang pengunjung Danau Tandikek Camping Ground Kandih, hingga kemarin masih belum je­las titik terang kasusnya.  Di mana lokasi tersebut merupakan salah satu objek wisata yang dikelola Pemko Sawahlunto, yang dimana pengelolaannya di bawah OPD Parpora Kota Sawahlunto.

Sampai sekarang ka­sus tenggelamnya 5 war­ga Sawahlunto ini masih belum ada titik terangnya, terkait proses penye­lidi­kan Polres Sawahlunto. Masyarakat luas masih menunggu siapakah yang bertanggung jawab dalam kecelakaan terhadap 5 orang tersebut.

Kepala Dinas Parpora Nova Erizon ST ketika dikonfirmasi terkait kasus tenggelamnya 5 warga Sawahlunto ini, tidak ber­komentar banyak. Menu­rutnya peristiwa ini pe­nye­lidikannya telah dila­kukan yang berwenang dalam hal ini pihak Polres Sawahlunto. “ Saya seba­gai warga yang taat hu­kum menghargai setiap prosesnya,  pihaknya su­dah dimintai keterangan dan berkas-berkas yang diperlukan. Saya tidak mau berkomentar banyak takutnya menyudutkan pihak lainya atau anggota saya sendiri, jadi tunggu saja informasi resmi dari pihak yang berwajib,” tegas Nova.

Ditempat terpisah K­a­sat Reskrim Sawahlunto Iptu Roy Sinurat m­e­ng­ung­kapkan bahwa kasus ini menunggu kedatangan tim ahli pidana dari U­nand. “ Kita tunggu keda­tangan saksi ahli pidana dari Unand, pihak kami sudah memanggil pe­nge­lola, rekanan, PPK dan PPTK. Kami sudah me­minta dokumen-dokumen resmi yang berkaitan de­ngan pembangunan objek wisata camping ground tersebut,” ujar Roy.

Dikatakan, dari hasil penyelidikan sementara dana Rp1, 9 miliar itu bu­kan hanya untuk pem­bangunan dermaga tetapi juga untuk pembangunan item-item yang diperlukan sebagai pendukung objek wisata camping ground tersebut. Rekanan dalam hal kontraktor sudah se­rah terima dengan Pemko Sawahlunto dan masa pemeliharaanya pun su­dah lewat 1 tahun, jadi semua tanggung jawab jatuh ke pihak pengelola.

Roy menambahkan, dari hasil penyelidikan di lapangan oleh timnya di­sa­na tidak terdapat sema­cam pengumuman atau rambu-rambu yang dise­diakan pihak pengelola, misalnya tulisan untuk kapasitas berapa orang bisa di atas dermaga, atau pemberitahuan lain­nya.

“Pihak kami juga su­dah memanggil si pene­rima karcis pengunjung, di mana si penerima karcis tersebut yang membe­rikan izin masuk kepada keluarga korban di atas jam berkunjung sore. Da­lam jawabannya dia me­ngatakan, bahwa sudah berulang kali memberikan pemberitahuan kepada pengelola objek wisata ini bahwa dermaga tersebut sudah mulai goyah akibat terjadinya pergeseran tanah lumpur di danau Tandikek tersebut. Na­mun pihak pengelola ti­dak ada memberikan re­a­k­si atau tanggapan sam­pai mu­sibah tersebut,” kata Roy.

Disini Roy belum bisa memberikan keterangan lebih banyak, cuma taha­pan saat ini baru sampai tahap penyelidikan. “ Tung­gu hasil penyelidikan dari saksi ahli baru akan jelas semuanya,” ungkap Roy. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional