Menu

Tragedi Kelam Danau Tandikek Camping Ground, Polisi masih Lakukan Penyelidikan

  Dibaca : 1309 kali
Tragedi Kelam Danau Tandikek Camping Ground, Polisi masih Lakukan Penyelidikan
SEBELUM RUNTUH-- Dokumentasi demarga Danau Tandikek Camping Ground Kota Sawahlunto ketika sebelum runtuh, beberapa waktu lalu.

SAWAHLUNTO, METRO–Polres Sawahlunto masih melakukan penyelidikan terkait kasus runtuhnya dermaga yang menyebabkan 5 orang tewas di Danau Tandikek Camping Ground menjelang Maghrib, Rabu (26/5). Menurut Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur SIK, Rabu (2/6) saat dikonfirmasi mengaku, hingga saat ini jajarannya masih melakukan penyelidikan seka­ligus mengumpulkan ketera­ngan.

“Hingga saat ini masih da­lam penyelidikan serta me­ngum­pulkan keterangan saksi. Namun, pihak kita serius me­nangani kasus ini,” kata Junaidi. Dia juga membenarkan, bahwa sudah ada dipanggil beberapa orang dari OPD terkait untuk dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Iptu Roy Sinurat menjelaskan,  pihaknya tidak bisa memberikan nama-nama siapa saja yang telah dimintai keterangan. “ Kami juga masih menunggu saksi ahli pidana, belum bisa merumus­kan untuk saat ini dan menunggu keterangan lebih lanjut saksi dari keluarga pihak keluarga korban yang selamat. Pemerik­saan untuk kasus ini diarahkan kepada pengelola wisata, ada sekitar 7 dari pihak pengelola objek wisata yang telah dimintai keterangannya, tidak termasuk pihak rekanan,” jelas Roy.

Sementara itu Def Afrianto selaku PPK (Penjabat Pembuat Komitmen) pada proyek Der­maga Tandikek Camping Ground menjelaskan, mengenai kon­truk­si Dermaga tersebut. Me­nurutnya proyek Dermaga di­kerjakan Juli 2019 dan selesai serta serah terima November 2019, kemudian masuk masa pemeliharaan oleh pihak re­kanan selama 6 bulan sampai Mei 2020. Setelah itu semuanya sudah diserahkan kepada OPD terkait yang mengelola objek wisata tersebut.

Di mana nilai Pagu proyek itu mencapai Rp1,901 miliar dan nilai kontrak dengan rekanan Rp1,881 miliar. Sebagai pihak rekanan dikerjakan yakni CV Fiola Jaya Abadi. Dalam penger­jaan tidak terdapat kendala yang berarti cuma longsor dan pihak rekanan telah memenuhi item-item yang harus diselesaikan seperti pembuatan akses jalan, pagar, toilet,gazebo,taman dan lampu taman. “Pada saat serah terima tidak ada keluhan dari kita karena waktu pengerjaan dan proses pengerjaan sudah sesuai dengan rencana dan regulasinya,” ungkap Def.

Setelah Mei 2020 dia selaku PPK tidak memantau lagi ka­rena sudah pindah dinas ke PUPR Sawahlunto sebagai Kabid Cipta Karya. Di mana sebelum­nya jabatannya adalah Kabid Destinasi pada Dinas Parpora. “ Sebenarnya saya sudah dipin­dahkan tugasnya Juni 2019 pada saat proyek tersebut masih dalam proses pelelangan, na­mun pihak Disparpora meminta bantuan saya sebagai PPK ter­hadap pembangunan Dermaga Tandikek ini. Makanya setelah habis masa pemeliharaan pihak rekanan, saya tidak melakukan peninjauan atau pemantauan terhadap Dermaga Tandikek ini sebab sudah jatuh tanggung­jawab nya pada pihak penge­lola,” ujar Def. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional