Close

Tradisi Pemindahan Khatib Ramadhan, Jadi Kearifan Lokal Nagari Aia Angek

PEMINDAHAN— Tradisi pemindahan khatib bulan Ramadhan di Nagari Aia Angek, Kecamatan Sijunjung, yang dilakukan secara bergiliran di antara suku yang ada di nagari tersebut.

SIJUNJUNG, METRO–Masyarakat Nagari Aia Angek, Kecamatan Sijunjung menggelar prosesi pemindahan Khatib. Acara pemindahan “Katik” atau Khatib merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahunnya. Di mana khatib yang baru dipersiapkan untuk bulan Ramadhan tahun selanjutnya. Pemindahan khatib akan digilir pada setiap suku yang ada di Nagari Aia Angek, yang didominasi empat suku di antaranya suku chaniago, malayu, piliang dan patopang secara bergantian setiap tahunnya, setelah lebaran atau puasa enam di bulan Syawal.

Walinagari Aia Angek, Asrizal menyebutkan, tujuan kegiatan ini untuk memilih seorang khatib yang akan berperan pada bulan Ramadhan. “Ada satu orang dari suku yang menjadi khatib Ramadhan selama tiga tahun dan akan berpindah ke suku lainnya,” ujar Asrizal.

“Artinya memilih khatib ini agar dapat membina spiritualitas dan inspirasi bagi masyarakat yang nantinya menjadi khatib di Masjid Akbar Nagari Aie Angek,” ungkap Asrizal.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan nagari, yang mana pada dua tahun terakhir tidak dilakukan akibat pandemi Covid-19.   “Acara kali ini cukup besar, dimana tahun ini merupakan penutupan dari suku Melayu yang sudah menjadi khatib Ramadhan selama tiga tahun dan untuk tiga tahun selanjutnya dari suku Piliang” ungkap Asrizal, Selasa (11/5).

Di Nagari Aia Angek, Prosesi Pemindahan Khatib Ramadhan merupakan alek nagari atau acara yang cukup besar, di mana setiap masyarakat yang ada akan me­nyaksikan dan mengikuti acara tersebut beramai-ramai.

Pada tahun ini, prosesi tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Sijunjung, Iraddatillah sekaligus mengikuti a­cara pemindahan khatib Rama­dhan di Nagari Aia Angek sebagai bentuk dukungan dari pemerintah daerah dalam menjaga kearifan lokal.

“Ini merupakan kegiatan positif, terutama untuk mempererat silaturahmi dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Selain merupakan kearifan lokal, ini merupakan  bukti nyata akan kentalnya adat maupun agama di Nagari Aie A­ngek, sehingga nilai-nilai ini perlu kita pertahankan dan wariskan untuk anak generasi selanjutnya,” ujar Iraddatillah.

Rangkaian acara alek nagari diantaranya dilakukan arak-arakan dari kantor walinagari sampai ke rumah gadang suku Melayu, serta penampilan seni tradisional lainnya.  Selain itu, acara besar tersebut bisa terlaksana berkat gotong-royong dan rasa kebersamaan masyarakat di Nagari Aia Angek dalam mempertahankan tradisi dan budaya masyarakat nagari. (ndo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top