Menu

Tradisi Manjalang Sambut Ramadhan, Bentuk Penghormatan Minantu ke Mintuo

  Dibaca : 323 kali
Tradisi Manjalang Sambut Ramadhan, Bentuk Penghormatan Minantu ke Mintuo
ANTARAN MAKANAN— Sejumlah makanan dibawa oleh minantu untuk diantarkan kepada mintuo dalam tradisi manjalang, saat menyambut bulan suci Ramadhan. Makanan dimasukkan ke dalam rantang berisi makanan gulai daging, rendang, ikan goreng, sambal, kue dan berbagai macam kuliner tradisional lainnya. (guspira abdillah/posmetro)

DHARMASRAYA, METRO – Tradisi manjalang atau dapat diartikan dengan mendatangi rumah mertua oleh menantu perempuan, masih bertahan di Kabupaten Dharmasraya. Manjalang mintuo ini biasa dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah.

Seperti halnya Rahma (26) masyarakat Sikabau, mengatakan manjalang mintuo, selain bentuk penghormatan kepada orangtua, juga dijadikan ajang mempererat silaturahmi antara menantu dan mertua.

“Manjalang mintuo bukan hanya datang ke rumah dan saling maaf-bermaafan, namun juga disertai dengan membawa rantang yang berisi bermacam masakan khas Ranah Minang. Makanan tersebut, akan dihidangkan dan dimakan bersama-sama,” ujar Rahma dikediamannya, Minggu (5/5).

Hari ini sambung Rahma, ia sekeluarga mau ke tempat mertua, bawa makanan juga untuk makan bersama di rumah mertua sekaligus sahur dan puasa pertama di rumah mertua.

Sementara itu Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Jamhur Dt Jati menerangkan selain menyambut bulan suci Ramadhan manjalang mintuo juga dilakukan pada saat lebaran Idul Fitri.

Ia mengatakan, biasanya rantang berisi makanan berupa gulai daging, rendang, ikan goreng, sambal, kue dan berbagai macam kuliner tradisional lainnya. “Saat ini masih banyak warga yang menjalankan tradisi manjalang mintuo sebagai bentuk penghormatan antara menantu dengan mertua,” katanya.

Meski tradisi tersebut sudah menjadi turun-temurun, ia tak menampik jika ada sebagian dari masyarakat yang tidak melaksanakan. Hal ini mungkin dikarenakan beberapa faktor seperti, faktor ekonomi dan lain-lain.

“Mungkin saja lantaran ekonomi, terkadang ada juga warga yang tidak membawa rantang dan hanya mengunjungi saja, tidak masalah juga, tidak ada larangan, poin pentingnya adalah silaturahmi,” katanya.

Ia berharap tradisi manjalang mintuo tidak punah dari kehidupan masyarakat Minangkabau. Karena mengunjungi dan bersilaturahmi dengan orangtua yang masih hidup merupakan suatu keharusan yang tidak boleh ditinggalkan.

“Kunjungilah kedua orang tua selagi mereka masih hidup. Tanpa makanan yang dibawa, tetaplah datang dan bersilaturahmi dengan orang tua,” pungkasnya. (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional