Close

Tradisi Badoncek Meringankan Beban Sesama

BEDAH RUMAH— Bhabinkamtibmas Polsek Pariaman badoncek untuk meringankan beban Rosmaini dalam melakukan bedah rumahnya. ( rozi/posmetro)

PARIAMAN, METRO – Rasa kepedulian pada sesama umat muslim dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya yang dilakukan masyarakat di Pariaman, dapat menjadi contoh bagaimana meringankan beban tetangga dan masyarakat yang ada di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat Paiaman dengan “badoncek” (mengumpulkan sumbangan sukarela secara berasama-sama), yang diinisiasi salah seorang aparat kepolisian di daerah itu.

Ia adalah Aipda Afdhal Bustami yang merupakan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pariaman di wilayah Desa Kajai, Pariaman Timur, Kota Pariaman. Dari inisiatif untuk menolong warga yang kurang mampu tersebut, Afdhal bersama masyarakat tercatat hingga saat ini sudah membedah tiga unit rumah warga. Afdhal menjelaskan, donatur dana untuk bedah rumah didapati dengan cara “Badoncek” antara warga.

”Kami kumpulkan uang dari beberpa orang donatur yang ada di kampung dan di kota. Selama ini sudah tiga unit rumah yang telah dibedah,” kata Aipda Afdhal saat berada di lokasi bedah rumah di Desa Kajai, Jumat (17/5).

Dikatakan, tujuan dari bedah rumah yang ia lakukan semata-mata hanya untuk meringankan beban warga yang tak mampu.

“Selain itu juga untuk memotifasi warga yang mampu lainnya, agar mau membantu saudara-saudara yang miskin,” sebutnya.

Saat ini, kata Aipda Afdhal semenjak Kamis (9/5) sedang melakukan bedah rumah Rosmaini di Desa Kajai, Pariaman. Pengerjaan rumah salah satu warga tidak mampu itu diperkirakan selesai 15 hari lagi.

”Dua minggu lagi ini rumah Rosmaini akan selesai dibedah. Yang kami ganti dari bangunan rumah adalah tonggak, pintu kamar dan depan, ganti kuda-kuda dan teras rumah,” katanya.

Sebelumnya, adapun rumah yang sudah dibedah ada di Taluak, Desa Kampuang Gadang, Desa Kajai. Sementara itu Rosmaini mengatakan, senang karena bedah rumah tersebut. Dia mengaku sebelum rumah dibedah keadaan rumahnya sangat memprihatinkan.

”Iya senang kalau begini. Sebelumnya atap rumah sudah bocor-bocor dinding berlubang. Saya tidak ada uang untuk memperbaiki, kerja saya cuma pengumpul bunga melati lalu dijual,” ujar Rosmaini. (z)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top