Menu

Tolak Vaksinasi Atlet Terancam ke PON, Kadispora Minta Target Kontingen Sumbar Dinaikkan

  Dibaca : 118 kali
Tolak Vaksinasi Atlet Terancam ke PON, Kadispora Minta Target Kontingen Sumbar Dinaikkan
DIWAWANCARAI—Kadispora Sumbar Bustavidia saat diwawancarai media saat pembukaan Pelatprov Atlet PON Sumbar di Gedung Sport Hall GOR Agus Salim.

PADANG, METRO
Guna memenuhi regulasi protokoler kesehatan saat pandemi Covid-19 masih melanda, KONI Sumbar sesuai petunjuk Pemerintah, KONI Pusat dan PB PON XX Papua 2021, akan melakukan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh atlet. Tidak saja terhadap para atlet, akan tertapi diberlakukan pada pelatih dan tim pendamping (official) yang masuk kontingen Sumbar ke ajang PON mendatang.

Penegasan ini dikatakan Ketum KONI Sumbar Syaiful, SH, MHum, kepada wartawan di Padang, Kamis kemaren. Syaiful melanjutkan, untuk keperluan vaksinasi ini, KONI Sumbar sudah mengirim surat ke Satgas Covid-19 Sumbar, kemarin. “Mudah-mudahan dengan vaksinasi Covid-19 bisa dilakukan segera mungkin,” kata Syaiful yang didampingi Sekum KONI Sumbar Irnaldi Samin.

Syaiful menegaskan, vaksinasi ini merupakan kewajiban bagi semua yang akan diberangkatkan ke PON Papua pada Oktober 2021 mendatang. Apalagi, pemerintah pusat tetap akan melakukan PON XX Papua di 2021 ini. Jika pandemi berlangsung, pertandingan akan dilakukan tanpa penonton dan akan disiarkan secara daring.

Lantas bagaimana jika atlet menolak untuk divaksin, Syaiful menegaskan, atlet PON Sumbar yang berani menolak divaksin Covid-19 akan ada dua alternative sanksi. Pertama dicoret sekaligus tidak dikirim ke PON Papua XX tahun 2021. Kedua diganti, jika PB Cabor menyetujui.

“Jadi, tidak ada alasan bagi siapa saja yang akan diberangkatkan ke ajang PON XX Papua 2021 Oktober mendatang menolak untuk divaksinasi. Karena PB PON akan menolak siapa saja yang tidak ada sertifikat vaksinasi,” ujar Syaiful.

TingkatkanTarget
Kadis Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar Bustavidia meminta, target medali emas di PON XX 2021 Papua dinaikkan, bukan 16 emas sebagaimana patokan KONI Sumbar. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Pembukaan Pelatprov Atlet PON Sumbar di Gedung Sport Hall GOR H Agus Salim Padang, Sabtu (27/3).

“Kenapa target medali emasnya 16, seharusnya lebih,” kata Bustavidia, guna menyemangati atlet dan pelatih dihadapan Pengurus KONI Sumbar dan Pengurus Pengprov Cabor.

Bustavidia menjamin, bahwa Pemprov Sumbar mendukung penuh kegiatan Pelatprov ini demi prestasi dan nama Sumbar di pentas nasional. Bahkan, katanya, dukungan diberikan dalam bentuk dana, di mana tahun 2021 ini disediakan dana Rp 20 miliar untuk keperluan PON XX 2021.

Ia meminta atlet dan pelatih bersabar, tentang belum cairnya dana hibah untuk KONI Sumbar yang dalamnya termasuk uang saku (pembinaan) untuk atlet dan pelatih Cabor yang lolos PON Papua. “Pergub pencairan belum ada, mudah-mudahan akhir bulan Maret atau awal April 2021 ini sudah ditandatangani Gubernur Sumbar. Karena saat ini naskah Pergub tersebut masih berada di Biro Hukum Setdaprov Sumbar,” ujar Bustavidia.

Ketum KONI Sumbar Syaiful menjawab, target medali olahraga prestasi harus dibarengi dengan ketersediaan dana atau anggaran Pemerintah Sumbar. “Tidak mungkin prestasi melonjak tanpa ketersedian dana yang cukup,” tegas Syaiful, dalam kesempatan terpisah.

Syaiful menegaskan, target 16 emas PON Papua ini merupakan target real dan sudah dikaji mendalam oleh Tim KONI Sumbar. “Kita mematok target itu real-real. Kalau ingin dinaikkan, tentu dananya harus ada,” kata Syaiful.

Dikatakan Syaiful, untuk diketahui dana hibah sebanyak Rp20 miliar untuk pembinaan olahraga yang dilakukan KONI Sumbar hingga kini belum cair. Dana itu merupakan dana kegiatan yang berada pada mata anggaran Dispora Sumbar. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional