Menu

Tolak Penguburan Pasien Covid-19 di Padang, Andre: Lurah itu Harus Dipecat!

  Dibaca : 1541 kali
Tolak Penguburan Pasien Covid-19 di Padang, Andre: Lurah itu Harus Dipecat!
Andre Rosiade

PADANG, METRO–Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade menyayangkan masih terjadinya penolakan terhadap jenazah pasien positif atau suspect (diduga) covid-19 di Kota Padang, Sumbar. Jumat (17/4), Andre menerima kabar itu langsung dari keluarga korban kepadanya dan sejumlah kader Gerindra lain. Parahnya, yang turut serta menolak itu adalah oknum lurah di Kota Padang.

“Kami mendapat kabar, ada pasien yang meninggal pukul 10.00 WIB pagi ini di rumah sakit di Kota Padang. Saat mau dikuburkan, ada yang menolak dikuburkan di TPU Tunggul Hitam dan TPU Aia Dingin. Sementara, tempat penguburan di Bungus belum selesai dan belum bisa dipakai,” kata Andre, anggota DPR RI asal Sumbar ini.

Andre menyebut, yang meninggal itu adalah keluarga dari salah seorang direksi di RSUD di Sumbar. Orang yang juga berjasa dalam penangahan covid-19 di Sumbar ini. “Kalau terus seperti ini, tentu Kota Padang akan menjadi contoh buruk bagi masyarakat Sumbar. Kami dengar, juga ada pernyataan dari Lurah yang menolak ini,” kata Andre yang juga ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Andre langsung menginstruksikan Fraksi Partai Gerindra DPRD Padang untuk bergerak meninvestigasi dan memastikan kasus ini. Kalau memang ada pejabat, baik itu Lurah, Camat sampai Kepala Dinas yang menolak penguburan, harus cepat ditindak tegas. “Desak Wali Kota Padang untuk memecat luarah atau pejabat itu. Karena itu sudah keterlaluan,” kata Andre.

Andre mendengar, kejadian ini sudah kedua kalinya di Kota Padang. Jangan sampai ada kejadian berikutnya. “Yang dibutuhkan saat ini adalah aksi nyata dari Wali Kota Padang, bukan sekadar mengantarkan jenazah ke Pasbar saja. Kenapa masih ada aksi penolakan ini? Kami malah dengar Pak Wali sekarang di Dharmasraya, perbatasan Sumbar-Jambi. Mau apa kesana, sebaiknya bantu penguburan warganya,” katanya.

Informasi yang diterima koran ini, seorang direksi RSUD di Sumbar sampai malam ini masih kebingungan untuk menguburkan keluarganya yang meninggal dan diduga positif terinfeksi covid-19. “Kami berembuk untuk penguburan. Semua menolak, mulai dari Tunggul Hitam, Air Dingin, dan dikuburkan area belakang rumah kami di Padang malah ditolak Lurah,” katanya.

Awalnya, katanya, dia sempat ke Kantor Lurah dan langsung ditolak dengan berbagai persyaratan surat kematian dll. “Terus saya telepon minta bantuan Pemko Padang untuk pemakaman di Bungus dan mobil jenazah. Awalnya oke disepakati. Terus keluarga ke rumah sakit. Menunggulah kami sampai Maghrib ini dengan ketidakjelasan mobil jenazah Sedih hati ini sampai malam ini belum juga dapat ambulans. Padahal kita semua berperan di tim, tapi kok giliran keluarga kita meninggal begini? Apalagi masyarakat biasa?” katanya.

Katanya, keluarga sudah melaporkan ada jenazah positif covid masih belum dijemput. Padahal laporan meninggalnya sudah sampai ke Pemko Padang sejak pukul 11.00 WIB. “Sekarang kami menunggu, belum ada kepastian. Apalagi lokasi kuburan aset/bantuan Pemko di Bungus sampai malam ini belum selesai penggalian,” katanya.

Ketua Harian Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Padang, Barlius, mengakui adanya kendala terkait proses pemakaman jenazah. Namun ia tidak merinci persoalan di lapangan yang dimaksud.

“Sekarang proses penjemputan jenazah, mau ke bawa ke Bungus. (Lama tertahan) karena ada kendala di lapangan juga, tanya ke Dinas Lingkungan Hidup. (Masih ada protes masyarakat) tanya Dinas Lingkungan Hidup, belum dapat informasi (perkembangan),” singkat Barlius.

Informasinya, hingga pukul 20.16 Wib, pihak keluarga masih menunggu ambulance untuk membawa jenazah ke pemakaman di Bungus. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional