Close

Tokoh TNI Ungkap 3 Kelompok KKB di Papua

BAKAR—KKB pimpinan Lamek Tablo melakukan pembakaran sejumlah fasilitas umum di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pekan lalu.

JAKARTA, METRO–Mantan Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayor Jenderal (Purn) Supiadin Aries Saputra me­nyebut tiga elemen kekuatan kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Papua. Supiadin juga mengulas strategi mereka sehingga masih eksis menyerang TNI-Polri dan masyarakat.

“Jadi mereka terdiri dari tiga kelompok, yang pertama adalah kelompok bersenjata. Ini sebenarnya kekuatan inti mereka,” kata Supiadin di kanal YouTube Hersubeno Arief, dikutip JPNN.com, Selasa (14/12).

Mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 itu mengungkapkan teroris KKB dari waktu ke waktu terus memperkuat kelompok bersenjatanya. Itu kata kuncinya. Tengok saja 34 tahun terakhir, kata Supiadin, mereka makin intens mereka mengganggu. Kelompok kedua dipimpin Benny Wenda memanfaatkan kedekatan dengan Me­lanesia Brotherhood.

Tidak heran negara ke­cil seperti Vanuatu dan lainnya mati-matian mendiskreditkan Indonesia dan membela teroris KKB. “Kelompok ini ada. Mereka yang kita kenal dipimpin kelompok Benny Wenda,” kata mantan Pangdam IX/Udayana ini.

Kelompok ketiga merupakan gerakan bawah ta­nah yang tugasnya mela­kukan teror kepada rakyat Papua, untuk ikut mendukung aksi mereka.

Masyarakat dipengaruhi dalam segala hal agar mendukung. Bahkan, termasuk mencari sumber-sumber senjata untuk kepentingan kelompok ini. “Itulah yang menyebabkan mereka hari ini terus ada. Itu juga ciri gerakan separatis, kita bisa lihat model begini ada di mana-mana,” terangnya

Dia mengatakan semua hal yang dilakukan pemerintah pusat mulai dari membangun jalan tol, memberikan dana otonomi khusus dan perbaikan kesejahteraan kepada ma­sya­rakat tidak diperhatikan te­roris KKB. Semua pendekatan ekonomi, sosial budaya, kesejahteraan yang sudah dilakukan tidak mam­pu mengubah pendirian mereka.

“Karena dia tidak butuh jalan tol. Itu yang mereka ucapkan,” kata alumni Akabri 1975. Sekarang yang penting adalah perlunya strategi komprehensif untuk Papua. Memang, kata dia, hal itu tidak mudah, tetapi pemerintah harus mencari strategi baru me­nangani teroris KKB Papua. Yang tak kalah penting harus bersikap tegas. “Kita (pemerintah) tidak bisa membiarkan setiap hari prajurit kita dibunuh, rak­yat juga dibunuh, pegawai-pegawai perusahaan dibunuh,” ujarnya. (esy/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top