Menu

Tokoh PGAI H. Abdullah Ahmad Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

  Dibaca : 193 kali
Tokoh PGAI H. Abdullah Ahmad Diusulkan jadi Pahlawan Nasional
TABUR BUNGA— Ketua Pengurus Besar PGAI, Fauzi Bahar saat menggelar tabur bunga ke makam H. Abdullah Ahmad, Minggu (24/7) di kawasan Seberang Palinggam.

BUKIT GADO-GADO, METRO–Yayasan Persatuan Guru Agama Indonesia (PGAI) akan mengusulkan H. Abdullah Ahmad menjadi pahlawan nasional. Pengusulan tersebut merujuk pada hasil perjuangannya mendirikan lembaga pendidikan yang mencerdaskan anak bangsa.

“Kita harus upayakan menjadi pahlawan nasional. Semuanya kriterianya sudah terpenuhi. Penghargaan itu layak diperoleh beliau, karena berkat perjuangannya banyak anak bangsa mendapatkan pendidikan,” sebut Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Agama Indonesia (PGAI), Fauzi Bahar saat menggelar tabur bunga ke makan H. Abdullah Ahmad, Minggu (24/7) di kawasan Seberang Palinggam.

Dikatakannya, semua kriteria untuk menjadikan pendiri Yayasan PGAI Sum­bar dan Yayasan Sya­rikat Oesaha (YSO) Ada­biah  tersebut pahlawan nasional sudah terpenuhi. Untuk itu, upaya tersebut tinggal mempersiapkan syarat-sayaratnya.

Menurutnya, bukti seja­rah perjuangan H. Abdul­lah Ahmad masih dira­sa­kan masyarakat hingga saat ini. Salah satunya Ya­yasan PGAI di Jalan Perin­tis Jati Padang. Di sana masih ada SMA, Panti Asu­han dan sejumlah lembaga pendidikan lainnya.

Disisi lain, YSO Ada­biah juga sudah banyak memberikan manfaatkan bagi pendidikan masya­rakat Sumbar. Hingga ini YSO Adabiah juga sudah memiliki lembaga pendi­dikan berbagai tingkatan.

“Sekarang nama jalan atas nama H. Abdullah Ahmad sudah ada, buku­nya sudah ada. Jejak ka­rya­nya sangat nyata dan ma­sih dirasakan saat ini. Untuk itu kita akan kum­pulkan semua data-data beliau secara personal, kita seminarkan, segera kita usulkan men­jadi pahla­wan nasional,” kata Fauzi.

Menurutnya, mendiri­kan dua lembaga pen­didi­kan Islam pada masa pen­jajahan adalah sebuah per­juangan besar. Apalagi saat Adabiah dan PGAI didirikan di tengah-tengah Kota Padang yang lang­sung menjadi perhatian pemerintah Belanda.

“Didirikan saat penja­ja­han, yang bukan Islam. Tapi beliau berhasil mem­be­sarkannya,” pungkas­nya.

Rencana tersebut men­da­patkan dukungan dari Anggota DPR RI, Guspardi Gaus. Guspardi yang meru­pakan alumni PGAI menilai sudah tepat H Abddullah Ahmad mendapatkan ge­lar pahlawan nasional.

“Perjuangannya dapat dilihat dengan kasat mata. Melakukan dari bawah, merintis lembaga pendi­dikan untuk rakyat,” kata Guspardi yang juga Dewan Pertimbangan PB PGAI Sumbar itu.

Katanya, jangan ba­yang­kan mendirikan lem­baga pendidikan Aga­ma Islam saat ini. Namun, almarhum mendirikan lem­­­baga pendidikan pada ma­sa penjajahan Belanda.

Dukungan juga datang dari Mayjen TNI Dr. Syam­su Djalal. Dikatakannya, perjuangan H. Abdullah Ahmad harus dilanjutkan. “Marilah kita melanjutkan jihad dari beliau. Beliau berjihad, dalam keadaan terjajah. Berjuang untuk Agama Islam. Mari kita besarkan PGAI menjadi lembaga pendidikan yang lebih maju,” harapnya.

Selain itu, terkait per­bedaan pendapat dalam internal PGAI menurutnya jangan terus berlanjut. Semuanya harus bersatu untuk membesarkan PGAI. “Saya besar di Panti Asu­han PGAI, untuk itu saya sangat peduli dengan PGAI. ­Perjuangan ini harus dilanjutkan,” katanya.

Dalam rangka 101 ta­hun PGAI Sumbar, sejum­lah pengurus melakukan tabur bunga di makam KH Abdullah Achmad di Sebe­rang Palinggam, Kota Pa­dang.

Diketahui, Dr. H. Ab­doellah Ahmad (lahir di Pa­dang Panjang, 1878  me­ninggal di Kampung Jati, Padang, 2 November 1933 pada umur 55 tahun) ada­lah seorang ulama refor­mis yang turut membidani lahirnya perguruan Su­matra Thawalib di Sumatra Barat.

Ia merupakan anak dari Haji Ahmad, ulama Mi­nang­kabau yang juga se­orang pedagang, dan seorang ibu yang berasal dari Bengkulu. Bersama Abdul Karim Amrullah, ia menjadi orang Indonesia terawal yang memperoleh gelar doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar, di Kairo, Mesir.

Sebelum mendirikan PGAI, Abdulah Ahmad le­bih dulu mendirikan YSO Adabiah. Dua lembaga tersebut sudah melahirkan sejumlah lembaga pen­didikan lainnya. Seperti IAIN Imam Bonjol juga lahir dari PGAI. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional