Menu

Tokoh Nasional, Sumbar Muncul dari Surau dan Lapau, Perlu Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat di Nagari

  Dibaca : 78 kali
Tokoh Nasional, Sumbar Muncul dari Surau dan Lapau, Perlu Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat di Nagari
PEMBUKAAN— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat membuka Orientasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat Angkatan IV tahun 2021, Senin (30/8).

PADANG, METRO–Peningkatan kapasitas lembaga adat penting dila­kukan, untuk mendukung pembangunan sumber da­ya manusia (SDM) di ting­kat nagari. Dengan pening­katan kapasitas ini, diha­rapkan lembaga adat me­miliki kualitas untuk ber­saing di tingkat nasional.

“Pembangunan SDM di nagari ini sudah terbukti dengan banyaknya tokoh-tokoh nasional dari Sumbar yang tumbuh dan ber­kem­bang. Mereka muncul di mulai dari surau dan lapau di nagari,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi An­sha­rullah, saat membuka Orien­tasi Peningkatan Ka­pa­sitas Lembaga Adat Ang­­katan IV tahun 2021, Se­nin (30/8) di Padang.

Kegiatan itu mengam­bil ­tema “Melalui Orientasi Peningkatan Kapasitas Lem­baga Adat Kita perkuat Lim­bago Adat dan Masya­ra­kat Hukum Adat”.

Mahyeldi mengatakan penduduk Sumbar hanya empat persen dari jumlah masyarakat Indonesia. Tapi tokoh-tokoh yang diha­sil­kannya jauh lebih ba­nyak daripada daerah lain di Indonesia. Tidak kurang dari 2.000 tokoh nasional asal Sumbar telah mem­bantu masa perjuangan hingga kemerdekaan Indonesia.

Kelebihan pendidikan di nagari, menurut Mah­yeldi adalah memperkuat kemampuan untuk ber­bicara, tampil di depan umum, berdiskusi, dan be­ra­du pendapat de­ngan te­tap menge­depan­kan etika. Setelah itu juga belajar untuk mendengar.

“Keseimbangan antara berbicara dan mendengar membuat tokoh Minang memiliki wawasan dan ke­a­rifan yang membuat se­gan kawan dan lawan,” ujarnya.

Ia mengatakan, gera­kan kembali ke nagari yang dilakukan di Sumbar pas­careformasi memiliki se­mangat untuk mem­bangkit kembali kearifan lokal itu, agar bisa mem­bentuk to­koh-tokoh na­sio­nal asal Sumbar di masa kini.

Untuk itu, lembaga adat yang juga memegang pe­ra­nan penting harus diting­katkan kapasitasnya. Se­hing­ga mampu membantu pemerintah dalam mewu­jud­kan cita-cita.

Kepala Dinas Pem­ba­ngu­nan Masyarakat Desa (DPMD) Sumbar, Amasrul mengatakan kegiatan ter­sebut diikuti 60 orang dari Kabupaten Limapuluh Ko­ta dan Kota Payakumbuh. Terdiri dari KAN, Ninik Ma­mak, tokoh ma­sya­rakat, Bun­do Kanduang, dan Parik Pagar Nagari dengan pe­ma­teri unsur Pemda, DPRD, pakar dan praktisi.

Tujuan orientasi ter­sebut adalah untuk mewu­jud­kan pelaksanaan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur terwujudnya Sum­bar Madani yang Ung­gul dan Berkelanjutan. Sa­lah satu visi dan misinya ada­lah meningkatkan kua­li­tas SDM yang sehat ber­ketahuan terampil dan ber­daya saing.

“Untuk itu perlu meng­hu­bungkan fungsi lem­ba­ga adat dengan pemerin­tahan nagari untuk me­maksimalkan upaya men­cip­takan SDM yang unggul di nagari,” ujarnya.

Kemudian juga untuk meningkatkan fungsi lem­baga adat di nagari se­bagai mitra pemerintah da­lam segala aspek. Salah sa­tu­nya membangun ma­sya­rakat hukum adat bisa lebih kuat. Acara itu ikut dihadiri Anggota DPRD Sumbar Fraksi Gerindara Nur Kholis sebagai pema­teri. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional