Menu

Tokoh Muhammadiyah Tolak Jadi Wamen

  Dibaca : 128 kali
Tokoh Muhammadiyah Tolak Jadi Wamen
Abdul Muti

JAKARTA, METRO
Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai keputusan Seskum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menolak menjadi wakil menteri di kabinet Indonesia Maju patut diapresiasi. Kendati demikian, katanya, keputusan Mu’ti itu agaknya juga mengundang tafsir publik.

Menurut Fadhli, karena wamen juga jabatan yang dipilih secara politik, maka masyarakat juga berasumsi lain tentang alasan yang dikemukakan Abdul Mu’ti.

Ia menduga terkait pembagian kekuasaan di dalam reshuffle kabinet Indonesia Maju dirasa masih kurang seimbang.

“Bicara integritas, pak Mu’ti sudah tak diragukan lagi lah. Namun boleh jadi porsinya kurang seimbang. Kan bisa-bisa saja orang nyangka itu NU dapat Menag, tapi Muhammadiyah cuma dapat wamen. Ya kira-kira begitu, kalo mau menduga-duga,” kata Fadhli, Rabu.

Lebih lanjut ia mengatakan, apalagi sebelumnya banyak informasi yang beredar bahwa Mendikbud Nadiem Makarim bakal diganti tetapi ternyata masih aman. Alasannya Dari asumsi awal, kata Fadhli, jika Nadiem diganti maka penggantinya berasal dari kader Muhammadiyah, dan jika Menag diganti maka diberikan kepada kader NU.

“Tetapi ternyata yang lolos sensor kader NU. Gus Yaqut (Yaqut Cholil Qoumas) itu kan NU yang di PKB. Itu (NU) masih ditambah Wakil Menteri Pertanian yang diisi Mas (Harvick) Hasnul Qolbi yang Bendahara PBNU.

“Jadi sekali lagi itu kalo kami mau menduga-duga secara politik,” ujar pria yang juga analis politik dari UIN Jakarta itu.

Abdul Mu’ti menolak menjadi wamen dalam reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi. Guru besar UIN itu sebelumnya masuk dalam daftar wamen yang bakal dilantik bersamaan dengan enam menteri baru. Ia disebut-sebut akan mengisi posisi Wamendikbud, tetapi namanya mendadak hilang jelang pelantikan.

Abdul Mu’ti menyampaikan alasannya kenapa menolak menjadi Wamendikbud. Kader Muhammadiyah itu berdalih, tak mampu mengemban amanah yang cukup berat itu, dan dia merasa bukan figur yang tepat mengisi jabatan tersebut. (rdo/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional