Menu

TNI-Polri Tangkap Ketua KNPB-OPM Merauke

  Dibaca : 359 kali
TNI-Polri Tangkap Ketua KNPB-OPM Merauke
PERIKSA—Penyidik Polres Merauke memeriksa tersangka EKM (38) penyebar ujaran kebencian di media sosial, Merauke, Papua, Rabu (9/6) .

JAKARTA, METRO–EKM (38), Ketua Komite Na­sional Papua Barat-Organisasi Pa­pua Merdeka (KNPB-OPM) wila­yah Merauke ditangkap personel TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Nemangkawi. Dia diduga menyebar hoaks dan uja­ran kebencian mengandung SARA. ­Humas Kasatgas Operasi Ne­mang­kawi Kombes M Iqbal Al­qu­dusy mengatakan penang­kapan dilakukan Rabu (9/6) pukul 22.35 WIT di rumah pelaku di Jalan Perikanan Darat, Kelurahan Ke­lapa V, Kabupaten Merauke, Pa­pua.

“Satgas Operasi Nemangkawi menangkap pemilik akun Face­book atas nama Manuel Mete­mo­ko yang diduga telah menyebar­kan informasi palsu atau hoaks, provokatif kebencian atau permu­suhan individu maupun kelompok masyarakat dengan SARA,” kata Kombes Iqbal dalam keterangan­nya diterima di Jakarta, Kamis (10/6). Barang bukti yang disita, satu ponsel milik pelaku dan beberapa unggahan di akun Facebook atas nama Manuel Metemoko sebagai alat bukti.

 “Saat ini tim Satgas Siber telah membawa tersangka ke Polres Merauke untuk dilakukan pemerik­saan digital forensik terhadap barang bukti yang di­aman­kan,” kata Iqbal.

EKM juga diketahui sebagai ketua I KNPB-OPM wilayah Merau­ke. Aparat melakukan upaya pene­gakan hukum terhadap pemilik akun Facebook tersebut karena telah membuat unggahan yang meresahkan masyarakat. Bebe­rapa unggahan yang diduga me­lang­gar pidana antara lain, me­nyebarkan foto yang tidak sesuai dengan kejadian aslinya dengan keterangan foto tertulis

“Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak Papua berhasil dibakar TPNPB pada Kamis (03/06). Kemu­dian, “Otsus gagal total, rakyat menolaknya dan menuntut referendum, ribuan pasukan dikirim, korban jiwa di mana-mana, tokoh agama Katholik diteror OTK, issu teroris menggemah di tanah Pa­pua. Pertanyaannya, Siapa pe­ternak kejahatan kemanusian dan teroris di Indonesia dan Papua?”, tulis akun Facebook tersebut pada Jumat (4/6).

Menurut Iqbal masih banyak lagi unggahan rasialisme dan ujaran kebencian yang dianggap telah meresahkan masyarakat. “Jangan membuat berita hoaks atau tidak benar, memprovokasi masyarakat dengan berita-berita kebencian yang berakibat per­musuhan di bumi Papua, masyar­akat ingin hidup damai,” ujar Iqbal. Atas perbuatannya, kata Iqbal, EKM diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Peru­bahan atas UU RI Nomor 11 Ta­hun 2008. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional