Close

TMSBK Disulap jadi Wisata Pendidikan

TINJAU— Wali Kota Bukittinmggi Ramlan Nurmatias meninjau pengerjaan rehabilitasi TMSBK, yang bakal disulap menjadi tujuan wisata pendidikan. (ulfa/posmetro )

BUKITTINGGI, METRO – Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pariwisata, yang ada untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Setelah merevitalisasi taman pedestrian Jam Gadang, selanjutnya pemko merenovasi Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK). Diharapkan Kota Bukittinggi sebagai kota destinasi wisata semakin tacelak.

Proses renovasi tersebut, akan dilaksanakan dalam dua tahap dengan dua titik berbeda. Untuk tahap I dilaksanakan sejak 8 April 2019 dan akan berakhir pada Desember 2019 mendatang. Selanjutnya, tahap II akan segera dilaksanakan pada tahun 2020. Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, didampingi sejumlah Kepala SKPD terkait, langsung meninjau lokasi pekerjaan, Kamis (23/05).

Wako mengapresiasi pelaksanaan pekerjaan renovasi TMSBK yang cukup baik dan memang digadang-gadangkan akan menambah tingkat kunjungan ke Kota Bukittinggi. Baik kunjungan wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Dengan meningkatkan kunjungan wisatawan ini akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat Kota Bukittinggi khususnya dan Sumbar umumnya.

“Bukittinggi ini kota pariwisata, tentu seluruh objek wisata harus kita tingkatkan. Saat ini kita masuk pekerjaan tahap I renovasi TMSBK. Kita tingkatkan fasilitas untuk pengunjung dan juga untuk kesejahteraan satwa yang ada didalamnya,” ujar Ramlan.

Dalam pekerjaan ini, lanjut Wako, akan dibuat sky walk, dimana ada jalan untuk pengunjung, yang berada di tengah tengah kandang dari satwa yang ada. Sky walk direncanakan akan dibangun sepanjang 110 meter.

“Kebun Binatang harus memiliki unsur pendidikan. Sehingga TMSBK direnovasi untuk menjadi sarana pariwisata pendidikan. Pengunjung akan dibuat lebih nyaman saat berada di TMSBK. Pengunjung akan puas saat masuk TMSBK, karena bisa melihat binatang secara dekat. Kiri kanan para pengunjung, langsung dekat dengan binatang,” jelasnya.

Pekerjaan tahap I ini, menelan anggadan sebesar Rp 9,1 M. Dari progres yang ada saat ini, Walikota optimis, pekerjaan akan selesai sesuai target kontrak yang telah ditandatangani dengan kontraktor pelaksana. (u)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top