Menu

Tipu Puluhan Konsumen, Developer Perumahan Buron

  Dibaca : 94 kali
Tipu Puluhan Konsumen, Developer Perumahan Buron
Tipu Puluhan Konsumen, Developer Perumahan Buron

PADANG, METRO
Hampir setahun setelah dilaporkan ke Polresta Padang oleh puluhan konsumennya atas kasus penipuan, pimpinan perusahaan developer perumahaan PT Makna Karya Nusa (MKN) berinisial JM masih terus diburu dan sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Lantaran belum juga ditangkap, korban yang di dampingi penasehat hukum (PH) Jefrinaldi dan Muhammad Tito kembali mendatangi Polresta Padang untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut, Kamis (1/10).

“Total ada 20 orang korban yang Kami dampingi untuk melaporkan kasus ini. Namun saat ini yang datang ke Polresta Padang ada 3 orang mewakili korban yang lainnya untuk memastikan perkembangan kasus ini,”ujar Jefrinaldi di dampingi Muhammad Tito selaku PH korban.

Disebutkan Jefrinaldi, kasus ini sendiri telah dilaporkan ke Polresta Padang sejak bulan Oktober 2019 yang lalu dengan laporan polisi nomor LP/734/K/X/2019/SPKT unit II tanggal 16 Oktober 2019.

“Sudah hampir satahun semenjak laporan tersebut, namun hingga sekarang belum ada titik terang akan keberadaan terduga pelaku yang telah murugikan korbannya puluhan juta. Informasi terbaru yang kami peroleh dari penyidik, terduga pelaku telah masuk daftar pencarian orang (DPO) Polresta Padang,” jelasnya.

Untuk itu Jefrinaldi sebagai PH dari kliennya, meminta agar pihak kepolisian segera menuntaskan kasus ini dan melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku penipuan tersebut.

“Klien kami telah meminta dan mendesak agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan uang yang telah mereka bayarkan di muka untuk membangun perumahan yang menurut rencana akan di bangun di Jalan Manggis Kelurahan Balimbing, Kecamatan Kuranji tersebut dapat dikembalikan,” harapnya.

Diketahui sebelumnya, developer PT MKN yang dipimpin oleh JM menjanjikan membangun perumahan di Jalan Manggis Kelurahan Balimbing, Kecamatan Kuranji berjanji paling lama satu tahun setelah membayar uang muka yang di bayarkan pada tanggal 28 Mei 2018.

Namun, setelah satu tahun semenjak dibayarkannya uang muka tersebut, pembangunan seperti yang disebutkan belum juga terwujud. Para korban yang total berjumlah 20 orang dengan kerugian beragam hingga puluhan juta tersebut mencoba menghubungi JM namun hanya janji manis saja yang diterima oleh korban.

Merasa ditipu, akhirnya para korban melaporkan kasus ini ke Polresta Padang yang di dampingi PH Jefrinaldi dan Muhammad Tito pada bulan oktober 2019, dan terus menanti perkembangan kasus ini hingga sekarang.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Hingga saat ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada 10 orang saksi yang menjadi korban dalam kasus tersebut.

“Untuk terlapor sendiri telah kami lakukan pemanggilan sebanyak dua kali, namun yang bersangkutan belum memenuhi panggilan dengan alasan yang tidak jelas. Untuk itu, terhadap pelapor ini telah kami tetapkan sebagai DPO Polresta Padang sesuai dengan surat nomor DPO/46/III/2020/reskrim tanggal 7 Maret 2020. Yang jelas kasus ini akan terus kami proses,” sebut Kompol Rico Fernanda. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional