Close

Tipu Korban Rp497 Juta, Komplotan Dukun Pengganda Uang Diringkus

4 pelaku penipuan Partai Gaek - web
Para pelaku pengganda uang asal Jawa Timur, Rabu (3/2) menjalani pemeriksaan di Polres Solok Kota. Meski sudah tua-tua, namun komplotan ini sukses menipu pedagang asal Berok, Solok sebesar Rp497 juta.

SOLOK, METRO–Komplotan penipu dengan modus menggandakan uang dibekuk aparat Polsek Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (2/2) malam. Keempat pelaku diringkus usai membawa kabur uang Rp497 juta milik seorang pedagang asal Berok, Kota Solok.

Keempat pelaku, Tulus Hadi Wibowo (37), Agus Suparta (51), M Nuh (63) dan Beni Efendi (30), berasal dari Jawa Timur, mengaku bisa menggandakan uang hingga 11 kali lipat. Penipuan tersebut berawal ketika korban, Erizal (60), mendapat telepon dari salah satu pelaku dan menjanjikan peluang bisnis baru kepada korban.

”Awalnya terjadi perkenalan pelaku dengan korban melalui handphone. Pelaku mengaku mendapatkan nomor handphone korban dari seseorang yang berada di Malaysia yang terlebih dahulu kenal dengan korban,” ungkap Kapolres Solok Kota AKBP Tommy Bambang Irawan didampingi Kasat Reskrim AKP R.Natun, Rabu (3/2).

Bermodal nomor handphone tersebut salah seorang pelaku yakni, Agus dari Jawa Timur menghubungi korban. Pelaku pun menjanjikan bisnis menggiurkan kepada Erizal.

Dan untuk lebih meyakinkan korban, Agus kemudian menghubungi rekan lainnya bernama M Nuh. Kemudian secara berantai, M Nuh juga menghubungi rekannya, Tulus untuk ikut serta dalam rencana penipuan ini.

Tulus pun kemudian menghubungi Beni dan akhirnya keempat pelaku ini berjanji bertemu di Bandara Juanda, Jawa Timur. Dari Bandara Juanda, Agus kembali menghubungi korban yang berada di Kota Solok. Entah tergiur untung yang besar, korban justru memesankan tiket untuk keberangkatan pelaku dari Jawa Timur menuju Kota Padang.

”Sesampainya di BIM, pelaku pun dijemput langsung oleh korban. Sebelum menuju Kota Solok dari Padang, korban sempat mengajak pelaku makan di salah satu rumah makan,” ungkap AKBP Tommy.

Entah kenapa korban begitu mudah diajak oleh komplotan ini. Keempat pelaku juga diajak menginap di rumah korban di kawasan Berok, Kota Solok. Dan, di sinilah para pelaku mulai beraksi.

”Para pelaku mulai melancarkan aksinya dengan menjanjikan korban akan mendapatkan untuk besar melalui penggandaan uang,” ungkap Kapolres.
Rupanya korban Erizal merespons dan tertarik untuk menggandakan uang.

Awalnya, pedagang ini diminta menyediakan uang sebesar Rp1 miliar dan dijanjikan digandakan menjadi Rp12 miliar. Erizal rupanya tidak mempunyai uang sebanyak itu, sehingga pelaku meminta uang sebesar Rp500 juta untuk digandakan.

Ternyata korban hanya punya uang sebesar Rp497 juta. Meski sedikit kecewa, pelaku akhirnya setuju untuk menggandakan uang milik korban.

Kamar Khusus untuk Ritual

Dalam melancarkan aksinya, pelaku meminta kamar khusus di rumah korban sebagai tempat menjalankan ritual. Uang korban dimasukan ke dalam kardus dan ditutup. Dua pelaku, Beni dan Tulus berperan sebagai dukun. Seperti layaknya dukun kebanyakan, keduanya pun membacakan jampi-jampi, untuk meyakinkan korban. Sementara Agus dan M Nuh membacakan surat Yasin.

Setelah ritual selesai, keempat pelaku mengajak korban berbicara. Mereka menjanjikan uang Rp497 juta itu berlipat ganda dalam jangka waktu 7 hari.
Korban masuk perangkap. Memasuki hari ketiga, ketika korban pamit keluar rumah, keempat pelaku langsung beraksi. Uang ratusan juta itu dimasukkan ke dalam celana dalam masing-masing pelaku. Keempatnya langsung kabur menuju BIM.

”Sesampai di BIM para pelaku tidak mendapatkan tiket pesawat. Untuk kabur pelaku kemudian menyewa kendaraan menuju Pekanbaru dengan rencana berangkat melalui bandara di Pekanbaru,” ungkap Kapolres.

Lalu, bagaimana nasib korban? Ketika dia sampai di rumah, korban mengetahui para pelaku tidak ada lagi. Uang pun sudah lenyap. Mereka tertipu, pedagang ini langsung melapor ke Polsek Solok.

“Ketika mendapat laporan korban, kami langsung melakukan koordinasi dan mencari keberadaan pelaku berdasar ciri-ciri yang disebut korban. Kami pun berhasil melacak keberadaan komplotan ini tengah menuju Pekanbaru,” jelas AKBP Tommy.

Nasib sial bagi komplotan ini. Ketika melintasi daerah Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, para pelaku dihadang petugas dari Mapolsek Pangkalan. Keempat pelaku tak bisa berkutik, karena polisi menemukan uang tunai yang diduga milik korban.

”Petugas Polsek Pangkalan langsung membawa pelaku ke Mapolres Solok Kota untuk penyelidikan. Hanya saja, kami hanya menemukan uang tunai Rp212 juta milik korban. Sementara sisa uang korban berhasil dibawa kabur pelaku masih terus dilacak,” tegas AKBP Tommy. (vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top