Menu

Tinjau Ulang RSUD dr Rasidin jadi Karantina Covid-19, Pasien Umum Kesulitan untuk Berobat 

  Dibaca : 131 kali
Tinjau Ulang RSUD dr Rasidin jadi Karantina Covid-19, Pasien Umum Kesulitan untuk Berobat 
Evi Yandri Rj Budiman

PADANG, METRO
Anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman meminta Pemko Padang untuk meninjau ulang kembali kebijakan menjadikan RSUD dr Rasidin pusat karantina virus Corona (Covid-19) untuk Kota Padang. Karena kebijakan ini berimbas terhadap akses pelayanan kesehatan masyarakat yang bermukim di sekitar rumah sakit plat merah milik Kota Padang tersebut.

“Karena, dampak dari kebijakan tersebut,  manajemen RSUD dr Rasidin menutup pelayanan pasien umum dan memindahkan ke RSUP M Djamil Padang. Hal ini yang menjadi persoalan bagi masyarakat sekitar RSUD khususnya Sungai Sapih Kuranji Padang,” ujar Evi Yandri Rajo Budiman yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumbar ini via ponselnya, Senin (6/4).

Dikatakan Evi Yandri, jarak akses pelayanan  kesehatan untuk berobat ke M Djamil Padang itu akan memakan ongkos yang tinggi bagi masyarakat kelas, bawah yang bermukim di sekitar Sungai Sapih dan sekitarnya. Sementara, dalam ancaman wabah virus Cina saat ini ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah semakin sulit.

“Jangankan ongkos berobat bolak balik ke M Djamil Padang, ongkos untuk mencari sesuap pagi dan sore saja sangat sulit bagi masyarakat ekonomi kelas bawah saat ini,” ujar Evi Yandri.

Kemudian yang ironinya, bagi pasien  hingga kini masih dalam rawat jalan dan melakukan kontrol ke RSUD dr Rasidin, apakah mungkin mereka pergi ke M Djamil Padang untuk melakukan berobat ulang dan kontrol. Sedangkan, rekam medisnya mereka ada di RSUD Rasidin.

Persoalan lainnya, RSUD Rasidin tersebut merupakan bagian dari  sumber ekonomi masyarakat sekitar, dengan usaha berjualan di sana. Dengan kebijakan karantina Covid -19 itu akan mematikan usaha ekonomi masyarakat kecil di sana.

“Maka untuk itu Pemko Padang Diharapkan meninjau ulang kembali kebijakan tersebut untuk mencarikan solusinya segera. Karena ini juga menyelamatkan hajat hidup orang banyak,” kata Evi Yandri.

Ditambahkan Evi Yandri, Pemko Padang bisa saja mencari solusi lain mencari sarana yang bisa dijadikan karantina, seperti Asrama Haji. Atau bisa Pemko Padang mencarikan solusi akses kesehatan terutama bagi pasien umum, ke rumah sakit atau Puskesmas yang mudah dijangkau masyarakat sekitar RSUD dr Rasidin.

Salah seorang warga Gunung Sarik Kuranji, Jon (30) mengeluhkan kesulitan bagi orang tuanya yang melakukan kontrol ke RSUD Rasidin tersebut. Karena rumah sakit milik Pemko itu sudah dijadikan pusat karantina korban virus asal Cina. “Bagaimana caranya, pergi kontrol ke RSUD tersebut karena mereka tidak Melayani lagi pasien umum,” tutur Jon, kemarin. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional