Menu

Tingkatkan PAD dan Kunjungan Wisatawan, Pemkab Pasaman bakal Bangun Plaza Oleh-Oleh

  Dibaca : 87 kali
Tingkatkan PAD dan Kunjungan Wisatawan, Pemkab Pasaman bakal Bangun Plaza Oleh-Oleh
Ilustrasi Oleh-oleh

PASAMAN, METRO – Tahun ini, Pemkab Pasaman merencanakan pembangunan plaza khusus oleh-oleh dan cendera mata di Taman Equator, Bonjol, untuk tingkatkan kunjungan para wisatawan ke daerah itu.

”Pembangunan plaza oleh-oleh dan cendera mata di tanah kelahiran Pahlawan Nasional, Tuanku Imam Bonjol tersebut demi untuk meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang selama ini belum tergarap maksimal,” kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pasaman, Fuji Radial.

Fuji membenarkan rencana tersebut, dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata, sudah mengalokasikan dana untuk pembangunan plaza oleh-oleh dan cendera mata senilai Rp1,9 miliar lebih pada tahun 2019 ini.

”Tahun ini akan mulai dikerjakan. Nilai anggarannya mencapai Rp1,9 miliar lebih. Itu dana DAK dari pusat,” katanya.

Kios-kios di plaza itu nanti, kata dia, akan menjajakan berbagai jenis produk khas Pasaman, mulai dari makanan, jajanan hingga produk kerajinan. Produk-produk tersebut akan dijajakan kepada para wisatawan yang datang berkunjung.

”Kios-kios di plaza itu nanti akan disewakan. Penyewaan itu yang akan mendatangkan income ke kas daerah. Selain itu, uang juga akan berputar kepada para pedagang di sana,” katanya.

Dibalik kesuksesan menggaet dana pusat untuk pembangunan plaza oleh-oleh dan cinderamata, ternyata belum membuat dirinya puas sampai disitu saja, hal itu disebabkan oleh keinginannya untuk membangun planetarium sebagai pusat kajian ilmu astronomi di Taman Equator itu belum kesampaian.

”Kita ingin di taman Equator itu dibangun planetarium. Dananya sekitar Rp9 miliar. Tapi, rencana ini terpaksa ditunda dulu, karena belum mendapatkan persetujuan dewan,” katanya.

Menurutnya, jika disetujui oleh DPRD, planetarium itu nantinya akan dibangun ruang hampa udara dan ruang astronomi seperti miliknya SpaceX di Amerika. Sehingga menjadi pusat kajian dalam pengembangan ilmu astronomi bagi pelajar dan generasi muda.

”Sudah diusulkan, akan tetapi selalu ditolak. Padahal jika dibangun, planetarium yang akan kita rencanakan itu akan mirip Museum Tsunami Aceh. Jadi pusat studi dan pusat kajian ilmu pengetahuan,” jelasnya. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional