Menu

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Menko Perekonomian: Perkuat Inovasi Teknologi

  Dibaca : 106 kali
Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Menko Perekonomian: Perkuat Inovasi Teknologi
HADIRI PERTEMUAN— Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto saat menghadiri pertemuan beberapa waktu lalu.

JAKARTA, METRO
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor terbesar penopang pertumbuhan ekonomi. Namun, besarnya kontribusi dan peran sektor pertanian terhadap penciptaan lapangan kerja dan ekonomi Indonesia belum sejalan dengan tingkat kesejahteraan para petani. Untuk itu intervensi teknologi dalam sistem pertanian sangat diperlukan.

“Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan intervensi teknologi dalam sistem pertanian melalui penerapan sistem pertanian yang modern, sehingga produktifitas dapat meningkat signifikan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, Senin (14/9).

Menurut Airlangga, hampir 30 persen tenaga kerja mendapatkan mata pencaharian dari sektor pertanian. Pertanian juga merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi bagi beberapa pulau di Indonesia. Kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional semakin penting khususnya di masa Pandemi Covid-19. Sektor pertanian terbukti tetap memiliki resiliensi.

“Hal itu tercermin dari laju pertumbuhan yang tetap positif di kuartal 2-2020 sebesar 2,19% (yoy). Di saat hampir seluruh sektor ekonomi lainnya mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif,” tutur Airlangga.

Selain itu, sebagai pengekspor kelapa sawit terbesar di dunia, posisi Indonesia sangat sentral di mata dunia. Hingga akhir tahun 2020, diperkirakan nilai ekspor sawit tak jauh beda dengan tahun 2019 lalu yakni sebesar 20,2 miliar dollar AS.

Program B30 dan B100 yang dilaksanakan oleh pemerintah juga tak lepas dari peran sektor pertanian. Selain bertujuan meningkatkan ketahanan energi, program ini berhasil mempekerjakan 4 juta petani langsung dan 17 juga tenaga kerja tidak langsung.

Potensi lainnya adalah sektor kehutanan dimana kertas, rayon untuk tekstil dan serat kayu dapat dikembangkan menjadi substitusi plastik bahkan metal. Selain itu, Pemerintah juga berupaya mewujudkan program kemandirian pangan melalui program pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimatan Tengah.

“Untuk program Food Estate ini di tahun 2020 di targetkan 30 ribu Ha dan di tahun 2021 ditargetkan seluas 118 ribu Ha,” ujar Airlangga.

Namun, lanjut Airlangga, Intervensi teknologi yang ia nyatakan sebelumnya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Ia percaya dengan keberadaan institusi pendidikan seperti IPB menjadi sangat penting dan relevan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian.

Kepada para mahasiswa Airlangga berpesan agar mengimbangi perkuliahan dengan pengetahuan akan literasi digital. Pasalnya menurut laporan Future Jobs, World Economic Forum (WEF), beberapa skill dan pekerjaan akan berkembang lebih cepat. Ke depan literasi digital seperti data analysis & scientist, AI dan Machine Learning Spesialist, Software dan Application Developers, dan Biga Data Spesialist akan dibutuhkan.

“Terkait hal ini, Indonesia membutuhkan tak kurang 600 ribu ahli per tahun di bidang berbagai disiplin ilmu yang punya literasi digital. Ini berarti apapun jurusan yang adik-adik ambil di IPB, pengetahuan akan literasi digital mutlak diperlukan,” terangnya.

Dalam akhir sambutannya Airlangga berpesan agar mahasiswa IPB terus melakukan inovasi yang bermanfaat dan tetap memegang teguh nilai-nilai integritas. “Untuk mewujudkan hal tersebut, seperti saya jelaskan di awal adik-adik harus terus melatih 3 kecerdasan yakni: kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual,” tutup Menko Airlangga. (*/uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional