Close

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Bekraf MoU dengan Pemko

KERJA SAMA— Wali Kota Pariaman Genius Umar bersalaman usai menandatangani MoU dengan Bekraf, sambil memperlihatkan bentuk kerja sama.

WALI Kota Pariaman H Genius Umar menyatakan saat ini Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Pariaman untuk peningkatan ekonomi masyarakat dalam daerah.

“MoU yang kita lakukan sekarang ini bertujuan untuk mendorong penguatan ekosistem kreatif (ekraf) nasional ini juga diikuti oleh 24 pemerintah daerah lainnya di Indonesia. Ini dapat kita pergunakan dalam memasakan berbagai jenis produksi milik masyarakat kita di Kota Pariaman, karena itulah MoU ini penting,” kata Genius Umar, kemarin.

Katanya, seusai penandatangan MoU, bahwa kerjasama ini sejalan dengan visi misi Kota Pariaman sebagai kota wisata, perdagangan dan jasa yang religius dan berbudaya. Pembangunan kepariwisataan akan menumbuhkan ekraf di Kota Pariaman misalnya, tumbuh toko-toko yang menjual oleh-oleh khas Kota Pariaman, toko baju kaos atau souvenir khas, sulaman, rajutan dan lain sebagainya.

”Dengan MoU ini kita harapkan semakin pariwisata juga tumbuh usaha ekraf yang baru di Kota Pariaman. Ekraf memiliki banyak sekali bidang seperti, game developer, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, fotografi, kriya, kuliner, musik, periklanan, seni pertunjukkan, seni rupa dan lain sebagainya, yang kesemuanya bisa dikembangkan di Kota Pariaman,” sambungnya.

Jadi katanya, ekraf memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional karena mampu menyumbang PDB hingga Rp. 922 triliun pada 2016 dan tahun 2018 mencapai Rp. 1.105 triliyun.

Sementara itu, Kepala Bekraf, Triawan Munaf menyampaikan bahwa pemerintah memiliki peran sebagai regulator, fasilitator dan akselerator dalam pengembangan ekraf. Pentingnya peran pemerintah membuat Bekraf menggandeng pemda sebagai kepanjangan tangan, mengingat Bekraf belum memiliki perwakilan di daerah.

”Dalam menjalankan tugasnya, Bekraf menerapkan kolabotasi penthahelix, yakni pemerintah, akademisi, asosiasi, komunitas dan media. Oleh karena itu, kerjasama ini sangat penting. Diharapkan dengan kerjasama ini, ekosistem ekraf nasional makin kuat sehingga sumbangan terhadap PDB meningkat dan membuka peluang kerja yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf, Endah Wahyuni Sulistianti, menyampaikan saat ini sudah bekerjasama dengan 66 pemda dan 50 asosiasi/komunitas.

”Banyaknya permohonan MoU ini menunjukkan tingginya komitmen pemda untukn mengembangkan ekraf di daerahnya masing-masing. Oleh karena itu, Bekraf sangat menyambut positif dan berupaya mengakomodir kebutuhan daerah,” pungkas Endah. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top