Menu

Tingkatkan Akses dan Pasar Ekspor, Petani Kopi Minang MoU dengan PT SIS Bandung

  Dibaca : 88 kali
Tingkatkan Akses dan Pasar Ekspor, Petani Kopi Minang MoU dengan PT SIS Bandung
TANDA TANGAN— Petani dan pelaku usaha kopi Minang di Sumbar melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Surya Indo Singa (SIS) Bandung di Hotel Grand Zuri, kemarin.

PASBAR, METRO
Sejumlah petani dan pelaku usaha kopi Minang di Sumbar melakukan MoU dengan PT Surya Indo Singa (SIS) Bandung di Hotel Grand Zuri. MoU ini Dalam rangka untuk menembus peningkatan akses dan pasar ekspor kopi dunia.

Para petani tersebut ialah Hendi perwakilan dari Pasaman Barat (Pasbar) dengan brand kopi Minang Kajai Specialty Coffee, Atila Dt Bungsu dari Solok Selatan dengan brand kopi Pak Datuak, Irwandi, Kopi Cemintoran, dan Irwan dan Masmis Asid dari kelompok tani.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan, Dedi Junaedi mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 dan ekonomi Indonesia defisit 5,32 persen, sub sektor perkebunan tumbuh positif dan menjadi jaminan pemulihan ekonomi nasional dari sektor pertanian.

Dedi menambahkan, dengan mengandeng para petani muda Sumbar ini, bisa hendaknya mengangkat harga jual kopi Minang. “Apalagi kita sudah mengetahui bahwa harga kopi ini cukup menjanjikan,” ujar Dedi.

Dedi mengungkapkan, tercatat PDB di sektor pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan II tahun 2020. Khusus komoditas kopi, ekspor Indonesia ke dunia meningkat 12 persen dari sisi volume jika dibandingkan triwulan II tahun lalu.

“Saya harapkan kedepan komitmen bersama antara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar dan para pelaku usaha dalam mengakselerasi peningkatan ekspor komoditas kopi. Selain itu, bersama-sama dalam memperbaiki rantai pasok kopi, mutu produk, nilai tambah dan memperkuat kemitraan petani,” ungkapnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Syafrizal menyambut baik pelaksanaan business matching ini. Menurutnya ini menjadi momentum penguatan pasar kopi di Sumbar. “Walaupun saat ini di masa pandemi terdapat beberapa kendala pasar ekspor kopi, tetapi ke depan melalui kegiatan ini diharapkan ekspor kopi Sumbar bisa meningkat signifikan,” kata Syafrizal.

Selain kopi, menurutnya, potensi perkebunan Sumbar yang juga perlu dilakukan pengembangan dari hulu ke hilir dan ekspor adalah komoditas kakao, kelapa, karet, sawit, teh, rempah-rempah.

“Kami jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan terus mendukung Ditjen Perkebunan dalam akselerasi peningkatan ekspor komoditas perkebunan di Sumbar, utamanya kopi di 7 sentra produksi kabupaten. Seperti Agam, Tanahdatar, Solok, Solok Selatan, Pasaman, Limapuluh Kota, dan Pasbar,” ujarnya.

Berdasarkan data terang Syafrizal, ekspor kopi Minang hingga September 2020 tercatat mencapai volume 275 ton. Negara tujuan ekspor yaitu Malaysia, Korea Selatan, Hongkong, dan beberapa negara Timur Tengah.

Terpisah pihak PT SIS Lily didampingi petani kopi Pasbar, Hendi mengatakan, walaupun di tengah pandemi, permintaan kopi masih terus berdatangan meski jumlahnya belum signifikan. Dalam waktu dekat, ia juga menyebut mendapat order ekspor dari Korea dan Eropa jenis robusta serta arabika. Ia berharap mendapat pasokan kopi dari Sumbar.

“Dengan adanya MoU ini, saya berharap kopi Minang ini bisa bersaing dengan kopi-kopi dunia. Kita mengetahui bahwa kopi Minang ini sangatlah unik dengan berbagai rasa dan keungulan masing-masing daerah penghasil kopi. Semoga ini awal yang bagus dan baik untuk perkopian di Sumbar,” ungkap Lily.

Hendi menambahkan, para petani kopi di Sumbar ini sangat berharap sekali dengan adanya MoU kopi dengan PT SIS Bandung. “Dengan ini kita berharap harga kopi bisa bagus, sehingga para petani kopi bisa menikmati jerih payahnya bertani,” kata Hendi singkat. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional