Close

Tingkat Cedera Atlet di PON XX Paling Tinggi

CEDERA ATLET -- Dr dr Afriwardi didampingi tenaga massage ketika meninjau kondisi Pesilat Sumbar Anton Yuspermana yang mengalami cedera.

JAYAPURA, METRO–Perjuangan duta-duta olahraga Sumbar di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua terbilang luar biasa.  Saking mati-matiannya berjuang mengharumkan nama daerah di Bumi Cenderawasih, sederet atlet tak menghiraukan cedera yang diderita saat bertan­ding.

Di antara mereka ada yang me­nangis ketika wasit atau pelatih meng­hentikan pertandingan, lantaran dianggap tidak bisa melanjutkan pertandi­ngan, disebabkan cedera yang dialami.

Beberapa atlet Tuah Sakato gagal melanjutkan perjuangan di medan laga gara-gara cedera diantaranya berasal dari Cabor Muaythai, Gantole, Taekwondo dan Pencak Silat.

Dokter kontingen Sumbar Dr dr Afriwardi mengakui, jika tingkat cedera atlet pada PON XX Papua terbilang tinggi dibanding pelaksanaan PON sebe­lumnya. “Tingkat cedera atlet di PON kali ini cukup tinggi. Saya menjadi tim kesehatan sejak PON 2000. Pada PON kali ini tim dokter dan massage paling sibuk terutama di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Merauke,” ujar­nya di Kota Jayapura, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, memang pada setiap gelaran PON ada beberapa atlet yang cedera saat bertanding, namun intensitasnya tidak setinggi pada PON kali ini.”Selain lucky draw, ini menandakan perjuangan para atlet yang luar biasa. Kalau kita sebut karena kurangnya persiapan fisik, itu tidak juga, karena kondisi atlet hampir sama antara satu dengan lainnya,” jelasnya.

Afriwardi yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (U­nand) itu menyebutkan, saat ini kondisi atlet Sumbar yang mengalami cedera sudah ditangani dengan baik.”Al­ham­dullilah saat ini kondisi atlet kita yang cedera sudah membaik,” tutupnya. (rel,/ren)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top