Menu

Tindaklanjuti Persoalan Pembangunan Infrastruktur

  Dibaca : 262 kali
Tindaklanjuti Persoalan Pembangunan Infrastruktur
Nasrul Abit meninjau jembatan yang lapuk di Kabupaten Pasaman

Secara umum, kunjungan kerja Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dan rombongan di Kabupaten Pasaman, menyoroti persoalan pembangunan infrastruktur di kabupaten tersebut. Di antaranya, ruas Jalan Padang Sawah – Kumpulan, kegiatan pembangunannya berupa pemeliharaan rutin ruas jalan sepanjang 36 kilometer, dengan dana Rp 900 juta (2019), Rp 1 miliar (2020) melalui APBD.

Kondisi badan jalan yang sempit dan merupakan jalan alternative yang sering dilalui kendaraan, membutuhkan peningkatan jalan dengan penambahan lebar jalan. Direncanakan lanjutan peningkatan badan jalan, sehingga ideal dan menyelesaikan persoalan lahan yang akan terkena perlebaran badan jalan. Akan direncanakan lanjutan pelebaran badan jalan tersebut di tahun 2021 sampai 2022.

Selanjutnya, pembangunan prasarana sungai/perkuatan tebing Batang Masang di Kecamatan Bonjol Pasaman. Tujuannya, untuk mencegah runtuhnya badan jalan nasional dan tebing sungai. Nilai proyek yang selesai Rp1,5 miliar tahun 2019 dan Rp 632 juta di tahun 2020.

Tahun 2020 akan dilanjutkan pembangunannya, karena masih terdapat tebing sungai yang longsor, sehingga membahayakan perkampungan masyarakat. Dengan itu, segera dilaksanakan inventarisasi titik-titik prioritas penanganan longsor tebing sungai, dengan memprioritaskan areal di pemukiman dan jalan. “Kita mengajukan usulan dalam Renja SKPD tahun 2021 dan 2022 guna lanjutan penanganan tebing sungai yang mengancam pemukiman masyarakat dan infrastruktur jalan,” terangnya.

Kemudian peningkatan ruas jalan Lubuk Sikaping-Talu di Kecamatan Lubuk Sikaping sepanjang 28 kilometer, dengan dana Rp 3 miliar melalui APBD 2019. Kondisi badan jalan yang sempit dan merupakan jalan penghubung Kabupaten Pasaman dengan Kabupaten Pasaman Barat yang sering dilalui kendaraan, sehingga membutuhkan peningkatan jalan dengan penambahan lebar jalan.

Di Tingkarang, Kecamatan Rao, Nagari Rao-Rao, nilai proyek di 2019 Rp 3,2 miliar. Masyarakat mengeluhkan Batang Tingkarang yang banjir saat musim penghujan dan kering di saat kemarau. Sementara masyarakat memerlukan air setiap saat untuk sektor perikanan. “Di sini kita harapkan nanti ada penanganan dengan pembangunan embung. Termasuk pengendalian illegal loging,” ujarnya.

Saat meninjau ruas jalan Tapus-Sei Lolo-Gelugur sepanjang 47 kilometer, dengan anggaran Rp1,4 miliar (2020), Peningkatan jalan sebesar Rp5,7 miliar (2019). Jalan tersebut merupakan penghubung ke Kecamatan Mapat Tunggul Selatan dan kondisinya sebagian rusak dan rusak berat.

Untuk ruas jalan ini perlu peningkatan badan jalan, memperbaiki elevasi dan perbaikan jembatan. Karena ini jalan provinsi maka kewajiban Pemprov Sumbar memperbaikinya. “Akan diusulkan pembangunannya dan direncanakan pembebasan lahannya,”ulasnya.

Rombongan Nasrul Abit juga menemukan akses jalan ke Rokan Hulu belum lancar karena jalan di ruas Rokan belum ditingkatkan (masih jalan tanah serta rusak). Di Nagari Sungai Lolo, Pemprov Sumbar akan, melakukan penataan dan penetapan ruas jalan provinsi. Memasukkan ruas jalan ini menjadi ruas jalan provinsi. (**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional