Menu

Tindak Illegal Logging dan Illegal Mining, Ditkrimsus Polda Sumbar Gulung 10 Tersangka

  Dibaca : 338 kali
Tindak Illegal Logging dan Illegal Mining, Ditkrimsus Polda Sumbar Gulung 10 Tersangka
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu didampingi Dirkrimsus AKBP Joko Sadono memperihatkan dokumentasi barang bukti penindakan illegal logging dan illegal mining.

PADANG, METRO
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menangkap 10 orang yang terlibat dalam kasus tindak pidana illegal logging dan illegal mining di Kabupaten Dharmasraya, Pasaman Barat dan Solok Selatan selama November 2020.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus AKBP Joko Sadono mengatakan, untuk kasus ilegal logging di Dharmasraya, pihaknya mengamankan dua pelaku.

“Keduanya berinisial YIS (28) dan M (42) kedapatan mengangkut kayu hasil pembalakan liar saat melintas di Simpang Empat PT BRM, Nagari IV Koto, Kecamatan IX Koto, Kabupaten Dharmasraya pada Selasa (10/11) lalu,” kata Kombes Pol Satake Bayu saat press release di Mapolda Sumbar, Selasa (8/12).

Dijelaskan Kombes Pol Satake, dari tersangka YIS disita barang bukti berupa 1 unit truk colt diesel bernomor polisi BH 8323 MF saat membawa kayu jenis Meranti sebanyak 1,7 meter kubik. Sedangkan dari tersangka M disita barang bukti 1 unit colt diesel bernomor polisi BA 8858 QQ yang bermuatan kayu bulat.

“Modus operandi yang dilakukan mengangkut kayu hasil hutan tanpa ijin. Pelaku dijerat dengan pasal 83 ayat 1 Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 miliar,” tegas Kombes Pol Satake Bayu.

Ditambahkan Kombes Pol Satake Bayu, untuk di Pasaman Barat dengan kasus penambangan pasir tanpa ijin menggunakan alat berat jenis excavator, diamankan sebanyak 6 orang pelaku di dua tempat yang berbeda. Dua di antaranya berinisial MRR (29) dan M (25).

“Keduanya diamankan pada Selasa (10/11) di aliran Sungai Batang Saman, Jorong Batang Umpai, Kecamatan Aia Gadang, Kabupaten Pasaman Barat. Di tempat yang berbeda, di pinggir Muara Sungai Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat diamankan 4 orang lainnya dengan masing-masing berinisial H (61), I (40), S (66) dan E (24),” jelas Kombes Pol Satake Bayu.

Dalam kasus sama, juga diamankan dua tersangka berinisial SMV (50) dan RPA (32) pada Senin (16/11) di aliran Sungai Batang Suliti, Jorong Balun Sawah Tau, Nagari Persiapan Balun Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan.

“Di Pasaman Barat kita sita barang bukti 4 unit excavator dan 2 unit mobil dump truk. Sementara di Solok Selatan barang bukti yang disita berupa 1 unit excavator,” ujar Kombes Pol Satake Bayu.

Diakhiri Kombes Pol Satake Bayu, para pelaku yang diamankan dalam kasus penambangan ilegal ini, mereka memiliki peran yang berbeda-beda, mulai dari pengelola dan operator dan sopir. Penegakan hukum terhadap kasus illegal logging dan illegal Mining ini akan terus dilaksanakan, karena perbuatan itu sangat merusak lingkungan.

“Tersangka dijerat dengan pasal 158 Undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara jo pasal 55 ayat 1 ke 1 atau pasal 56 KUHP,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional