Menu

Tim Virtual Police Polres Dibentuk, Warga Dituntut Bijak Gunakan Medsos

  Dibaca : 258 kali
Tim Virtual Police Polres Dibentuk, Warga Dituntut Bijak Gunakan Medsos
TIM VIRTUAL—Tim virtual police Polres Sijunjung dibentuk akan melakukan patroli di media sosial.

SIJUNJUNG, METRO
Polres Sijunjung resmi membentuk tim virtual police untuk menangani semua persoalan di media sosial (Medsos) dalam memelihara keamanan, ketertiban masyarakat melalui patroli secara virtual. Tim tersebut akan melakukan pencegahan dan penindakan terhadap isu yang bersifat provokatif, hoaks, hujatan, sara dan hal yang menjadi ancaman Kamtibmas di Wilkum Polres Sijunjung.

Police virtual dibentuk sebagai tindak lanjut dari rumusan program presisi Kapolri, dimana polisi juga melakukan pengawasan dan pembinaan secara daring dalam penerapan Undang-undang ITE ditengah masyarakat yang dinilai rawan berujung pidana, Selasa (30/3).

Tim police virtual diawasi langsung Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan, SIK. M.Hum. dan Wakapolres Kompol Andi Sentosa, dikomandoi oleh Kasat Reskrim Akp Abdul Kadir Jaelani dengan melibatkan personel dari sejumlah kesatuan diantaranya Satreskrim, Intel dan bagian Humas Polres Sijunjung.

Tim ini dibentuk untuk melakukan patroli yang menyangkut aktifitas daring di media sosial, baik itu berupa peringatan, edukasi maupun penindakan secara hukum. “Melalui ini kita akan berikan edukasi kepada masyarakat. Kalau ada postingan atau konten yang masuk kategori akan kita beri peringatan. Yang jelas semua persoalan yang bisa memicu gangguan Kamtibmas di Sijunjung,” tutur Kapolres AKBP Andry Kurniawan.

Dijelaskannya, dalam penegakan Undang-undang ITE melalui virtual police tidak selalu menerapkan hukum positif. “Pemilik akun akan kita beri peringatan secara virtual agar menghapus dan tidak mengulangi lagi hal serupa. Jika peringatan tetap tidak dihiraukan kita akan lakukan pemanggilan langsung kepada pemilik akun,” jelas Andry Kurniawan usai meresmikan pembentukan tim.

Namun, apabila hal yang sama masih terulang, lanjut Kapolres, barulah hukum positif diterapkan kepada pemilik akun. “Jadi ada tahapnya, dan itu kita lihat juga kasus dan urgensinya. Jika semua tahap tadi sudah dilakukan dan tetap saja diulang, kita akan naikan proses pidananya,” sebut alumni Akpol angkatan 2000 itu.

Terkait kesiapan dan sarana pendukung, pihaknya masih memakai peralatan seadanya. Yang jelas tim ini sudah terbentuk, seiring dengan itu personel akan dibekali dengan pemahaman dan kemampuan lebih dalam di bidang tersebut. “Peralatan dan sarana pendukung memang sangat diperlukan. Bahkan kita targetkan dalam sehari harus ada laporan terkait pengawasan tim ini,” ungkap Andry.

Ketua Tim Virtual Police, Akp Abdul Kadir Jaelani mengatakan, timnya akan bergerak diseluruh jejaring media sosial yang ada. “Kita akan masuk ke semuanya, baik itu di Facebook, Youtube, Whatsapp, Instagram, Twitter dan lainnya. Selain itu laporan dari masyarakat juga akan kita terima untuk ditindaklanjuti,” sebut Andry.

“Disamping peringatan dan penindakan, edukasi tentang tata cara bermedia sosial yang baik dan benar juga kita sosialisasikan. Bukan semata penindakan secara langsung. Kordinasi dengan sejumlah pihak dan institusi juga akan dilakukan untuk ini,” pungkas Andry, AKP Abdul Kadir Jaelani. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional