Menu

Tim Pekem Pessel Hentikan Pembangunan Masjid Jamiyatul Islamiyah

  Dibaca : 680 kali
Tim Pekem Pessel Hentikan Pembangunan Masjid Jamiyatul Islamiyah
TINJAU—Tim Pakem Kabupaten Pessel turun ke lokasi pembangunan Masjid Baitul Salam di Kampung Kumpulan Banang Nagari Pasar Bukit Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti.

PESSEL, METRO
Tim Pengawasan Organisasi Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) Kabupaten Pesisir Selatan, kembali turun ke Kampung Kumpulan Banang Nagari Pasar Bukit Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (16/4).Tim turun untuk memastikan informasi warga tentang pembangunan rumah ibadah Jamiyatul Islamiyah, yang dimyatakan MUI sebagai aliran sesat sesat.

Tim Pakem ke lapangan pagi itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pesisir Selatan Hardi Dharma Putra, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pessel Agustian, Kepolisian Polres Pessel, Polsek Linggo Sari Baganti, Camat Linggo Sari Baganti, MUI Kabupaten Pessel, Ketua MUI Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kepala KUA Linggo Sari Baganti, Dinas Perizinan dan Satpol PP dan Damkar Pessel.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Partai Politik (Kesbangpol), Kabupaten Pesisir Selatan Hardi Dharma Putra ketika dikonfirmasikan koran ini, Jumat (17/4) mengatakan, keberadaan aliran Jamiyatul Islamiyah sejak tahun 2017, yang lalu memang dilarang (sesat) berdasakan surat dari MUI dan Kajati Sumbar. “Termasuk keberadaan pembangunan Masjid Baitul Salam dihentikan, karena izin pembangunan Masjid tersebut tidak ada,” tegas Dharma.

Diungkapkan, masyarakat sekitar lokasi Masjid Baitul Salam juga, sebelumnya menolak terkait pembangunan Masjid, serta keberadaan jamaah Jamiyatul Islamiyah. Maka, dari itu kita dari Tim Pakem Kabupaten Pesisir Selatan turun kembali, menindak lanjuti laporan masyarakat.

Sementara itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan Agustian SH menuturkan, berdasarkan informasi dari masyarakat kegiatan aktivitas pembangunan Masjid Baitul Salam di Kampung Kumpulan Banang Nagari Pasar Bukit Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan. “ Kita sifatnya persuasif, untuk memberikan himbuan agar tidak lagi melanjutkan pembangunan tersebut,” kata Agustian.

Disampaikan Agustian, bahwa fokus kegiatan tim Pakem Kabupaten Pessel turun untuk memastikan informasi warga, dan secara izin pembangunan Masjid tersebut tidak ada keluar dari KUA dan Kemenag.  Namun begitu, kedepan akan mengundang jemaah Jamiyatul Islamiyah untuk memberikan penjelasan dan pehamanan bahwa aliran Jamiyatul Islamiyah dilarang. Dan telah dinyatakan sesat. ” Hasil dari kegiatan kemarin, dengan kesadaran dari penggurus Masjid Jamiyatul Islamiyah. Pembangunan tersebut tidak akan dilanjutkan,” ujar Agustian.(rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional