Menu

Tim Gugus Tugas Gelar Patroli Berskala Besar

  Dibaca : 462 kali
Tim Gugus Tugas Gelar Patroli Berskala Besar
patroli besar— Tim Gugus Tugas Bukittinggi menggelar patroli berskala besar, imbau warga tetap di rumah.

BUKITTINGGI, METRO
Pemko Bukittinggi bersama unsur Forkopimda, tim gugus tugas penanganan covid-19, melaksanakan patroli berskala besar, di seputaran wilayah kota Bukittinggi, Kamis (9/4).

Patroli ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan kembali kepada warga untuk tetap di rumah, menjaga pola hidup bersih dan sehat dan menyampaikan informasi perkembangan covid-19 di Bukittinggi.

Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso menjelaskan, Patroli Berskala Besar, dilakukan secara humanis, mengedukasi warga tentang bahaya covid-19 dan perkembangannya di Bukittinggi. Tim menyisir sejumlah lokasi keramaian untuk mengimbau mereka yang masih berkumpul -kumpul agar segera membubarkan diri.

”Kita lakukan secara harmonis untuk mengimbau warga agar tidak berkumpul-kumpul. Jika memang ada keperluan, laksanakan saja segera mungkin dan cepat kembali ke rumah.

Mari sama-sama berjibaku, untuk keselamatan semua. Kami siap berkorban untuk masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Kapolres, tim juga akan singgah ke masjid-masjid untuk tidak melaksanakan shalat Jumat sementara waktu, sesuai dengan fatwa MUI Bukittinggi. “Kita himbau untuk tidak laksanakan shalat Jumat, diganti dengan shalat zuhur di rumah. Mohon pengertian seluruh warga,” ujarnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, patroli berskala besar kembali dilakukan untuk mengimbau warga, agar lebih waspada. Tim menyampaikan dampak kondisi covid terkini.

”Penyebarannya yang harus diwaspadai. Karena sangat mudah virus itu menyebar. Kami melihat warga Bukittinggi sudah mulai banyak yang kembali beraktifitas di luar rumah setelah 14 hari lalu. Ini yang kita khawatirkan. Kami mohon kepada warga agar menahan diri dulu untuk stay di rumah. Jangan berkumpul – kumpul,” ujar Ramlan.

Lebih lanjut, Wako menekankan, semua pihak harus ikut aktif untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. “Kita tidak tahu siapa yang carrier, siapa terdampak, apalagi kalau mereka tidak memiliki gejala. Ini tentu dengan tetap di rumah menjadi langkah tepat. Sedangkan yang sudah di rumah saja bisa kena, apalagi yang keluar rumah. Contoh saja, kasus terakhir, dimana seorang ibu rumah tangga yang sedang hamil, bisa terpapar covid-19 dan akhirnya meninggal dunia. Apa ini tidak berbahaya?” tegas Wako. (fry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional