Menu

Tim Gabungan Operasi Yustisi, Masih Ditemukan ASN Melanggar Perda

  Dibaca : 142 kali
Tim Gabungan Operasi Yustisi, Masih Ditemukan ASN Melanggar Perda
OPERASI YUSTISI— Puluhan pelanggar yang berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, di antaranya, ASN, sopir, pelajar dan mahasiswa mendapatkan sanksi karena melanggar Perda AKB.

PESSEL, METRO
Tim gabungan penegakan hukum Peraturan Daerah (Perda)  Sumatera Barat, No.06 /2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, di Kabupaten Pesisir Selatan, terus menggiatkan operasi yustisi di sejumlah pasar.

Kamis (21/10),  tim gabungan melaksanakan razia di Pasar Inpres Painan, Kecamatan IV Jurai, dipimpin Kabag Ops Polres Kompol Arsyal, dengan anggota terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhuhungan, Kominfo, Humas, Kodim, anggita TNI AL, Kepolisian, Pos Denpom dan unsur terkait lainnya.

Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran, yang juga Sekretaris Satgas Pengendalian dan Penanganan Covid 19 Kabupaten Pesisir Selatan, Dailipal, usai operasi mengemukakan, tim berhasil menjaring sebanyak 42 orang pelanggar protokol kesehatan. “Sebanyak 42 pelanggar berasal dari berbagai latar belakang diantaranya, ASN, sopir, pelajar dan mahasiswa,” kata Dailipal.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya tim gabungan telah melakukan operasi yustisi tiga hari berturut turut Minggu-Selasa (17-10/10),  di sejumlah pasar daerah setempat, pada kesempatan itu, dijaring 124 orang. “ Secara keseluruhan  jumlah pelanggar selama operasi dilaksanakan sebanyak 162 orang,” tukas Dailipal.

Dijelaskan, Minggu (17/10) operasi dilaksanakan di Pasar Sago, berhasil menjaring 53 orang yang tidak memakai masker, kemudian Senin (19/10) di Pasar Baru, ditangkap 36 orang dan hari ini Selasa (20/10) sebanyak 35 orang, dan hari ini Kamis 42 orang.

“Kesemua yang terjaring tidak memakai masker tersebut sudah diberi sanksi kerja sosial di lokasi operasi,” ujar Dailipal.

Pelanggar dalam menjalankan sanksi berupa kerja sosial menggunakan rombi bertuliskan. “Saya pelanggar protokol kesehatan”. Diharapkan dengan adanya operasi yang dilaksanakan empat kali tersebut, dapat meningkatkan kesadaran kepada masyarakat bahwa pentingnya mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

”Kita selalu mengutamakan pendekatan humanis dan persuasif dalam pelaksanaan operasi di lapangan,” sebut Dailipal.

Tim gabungan tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga  melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pengeras suara oleh tim Dinas Kominfo. “Diharapkan operasi yustisi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan,” ujarnya. ( rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional