Menu

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi, 300 Pelanggar Digiring Polresta Padang, 1 Reaktif Covid-19

  Dibaca : 111 kali
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi, 300 Pelanggar Digiring Polresta Padang, 1 Reaktif Covid-19
TERJARING OPERASI-Sekitar 300 orang dibawa ke Mapolresta Padang karena dianggap melanggar Perda AKB, Sabtu sampai Minggu (1-2/5) dini hari. Satu orang diketahui reaktif Covid-19. 

PADANG, METRO
Tim gabungan Polresta Padang, Satpol PP Kota Padang dan Satbrimob Polda Sumbar kembali melakukan operasi yustisi penegakkan Peraturan Daerah (Perda) Sumbar nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Sabtu (1/5) malam hingga Minggu (2/5) dini hari.

Dalam operasi yang menjaring masyarakat yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah tersebut, tim gabungan terpaksa mengangkut 300 pelanggar dan dibawa ke Polresta Padang untuk didata dan dilakukan tes cepat (rapid test) Covid-19.

Semua pelanggar didata dan identitasnya dimasukkan ke dalam aplikasi daring Sistem Informasi Pelanggar Perda (Sipelada) untuk mengonfirmasi sudah berapa kali melakukan pelanggaran. Mengingat sesuai ketentuan Perda para pelanggar yang telah melanggar lebih dari satu kali bisa dikenakan sanksi pidana atau denda.

“Dari 300 pelanggar ini diketahui mereka baru sekali terjaring razia, sehingga diberikan teguran dan diambil data. Namun jika pelanggar yang sama kembali ditindak, maka akan dikenakan sanksi denda hingga pidana,” ujar Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir.

Selain didata ke aplikasi Sipelada, seluruh pelanggar malam itu juga wajib menjalani rapid tes Covid-19 yang dilakukan oleh tim kesehatan Bidokkes Polda Sumbar. Dari hasil rapid test tersebut satu orang pria dinyatakan reaktif Covid-19.

“Seorang pria dinyatakan reaktif Covid-19. Hal itu diketahui dari hasil tes cepat yang dilakukan oleh tim kesehatan dari Bidokkes Polda Sumbar terhadap ratusan pelanggar protokol kesehatan yang terjaring operasi yustisi,” sebut Imran.

Warga reaktif yang diketahui berasal dari luar Padang itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk menjalani tes usap PCR. Hasil tes usap PCR akan keluar dalam dua hingga tiga hari ke depan.

“Jika hasil tes yang bersangkutan positif, maka kami akan melacak serta menelusuri orang yang pernah kontak erat dalam beberapa hari terakhir. Bagi pasien, jika positif namun tanpa gejala akan menjalani isolasi mandiri di rumah seandainya kondisi lingkungan dan rumahnya mendukung. Sebaliknya jika positif dengan gejala akan dirawat di rumah sakit,” tuturnya.

Dikatakan Imran, hal tersebut adalah kedua kalinya ditemukan para pelanggar protokol kesehatan yang reaktif Covid-19 setelah dilakukannya rapid test. Sebelumnya, dalam operasi yustisi digelar pada Jumat (30/4) malam juga ditemukan salah seorang pelanggar yang dinyatakan reaktif Covid-19.”Kemaren juga ada satu wanita yang reaktif covid-19. Untuk pelanggar itu sudah dilakukan tes usap PCR, sekarang masih menunggu hasilnya keluar,” jelasnya.

Dikatakan oleh Imran, meningkatnya jumlah angka positif Covid-19 di Sumbar khususnya kota Padang selama lebih kurang dua minggu ini, membuat tim gabungan gencar melakukan operasi yustisi untuk menekan kembali angka penularan Covid-19.

“Terbukti, masyarakat kita masih abai tentang protokol kesehatan ini. Mereka tidak peduli lagi dengan lingkungan mereka sendiri terkait masalah covid-19 ini. Sudah lebih dari 2.500 pelanggar yang kita jaring selama Ramadhan ini karena kedapatan tidak me makai masker saat keluar rumah,”sebutnya.

Ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, baik yang sifatnya orang perorangan, ataupun pelaku usaha berupa kafe, restoran dan rumah makan.

Pelaku usaha harus menerapkan jaga jarak, menghindari kerumunan, menyediakan tempat cuci tangan, dan memastikan pengunjungnya memakai masker. ”Pelaku usaha yang melanggar juga dapat ditindak sesuai Perda, sedangkan orang per-orangan diwajibkan mengenakkan masker ketika beraktivitas di luar rumah,” tutupnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional