Menu

Tim Dishut Sumbar Sigi Penyebab Banjir Lengayang

  Dibaca : 135 kali
Tim Dishut Sumbar Sigi Penyebab Banjir Lengayang
TELUSURI—Dishut Sumbar bersama pejabat Pemkab Pessel, TNKS, turun ke Kambang untuk menelusuri  dan mencari penyebab banjir yang terjadi akibat meluapnya sungai Batang Kambang.

PESSEL, METRO
Dinas Kehutanan Sumbar bersama pejabat Pemkab Pesisir Selatan serta Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) turun ke Kambang, melakukan penelusuran untuk mencari tahu penyebab banjir yang terjadi akibat meluapnya sungai Batang Kambang, Sabtu (31/10) lalu.

“ Pada hari ini kami bersama Pemkab Pesisir Selatan menelusuri  hulu sungai Batang Kambang serta hutan yang gundul akibat pembukaan areal berladang,”  kata Kadis Kehutanan Sumbar Yozarwardi Usama Putra di Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan, Kamis (5/11).

Dikatakan, kunjungan ini dimaksudkan untuk  mengetahui beberapa hal yang menyebabkan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Kambang. Berdasarkan hasil peninjauan  dapat dipemetakan serta beberapa solusi  yang harus dilakukan pihaknya bersama Pemkab Pesisir Selatan dan juga Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat.

Di antaranya, permasalahan pembukaan areal berladang terutama yang berada di kawasan hutan, katanya, akan ditempuh dua opsi yakni penegakan hukum dan pola kerjasama dengan masyarakat. “Jika para peladang membuka diri maka akan diterapkan pola kerjasama sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Perhutanan Sosial, namun jika tidak penegakan hukum akan dilakukan,” kata Yozarwardi.

Pada pola kerjasama akan ada pendampingan yang komprehensif, sehingga hutan tetap lestari ditengah aktivitas berladang. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional III Pesisir Selatan, Laskar Jaya Permana, menyebutkan, khusus di Kecamatan Lengayang selain adanya warga yang berladang di dalam taman nasional juga terdapat aktivitas ilegal logging. “Terkait hal itu kami terus melakukan sosialisasi akan pentingnya menjaga kawasan hutan serta sanksi bagi masyarakat yang melakukan pengrusakan, selanjutnya kami juga intens melaksanakan patroli rutin,” sebutnya.

Sementara, Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Pesisir Selatan, Mimi Riarti Zainul menyebutkan, banjir yang terjadi akibat meluapnya sungai Batang Kambang berdampak terhadap 3.988 kepala keluarga serta menyebabkan 55 unit rumah rusak parah di Kecamatan Lengayang. “Dengan adanya kegiatan ini kami berharap ditemukannya jalan keluar yang baik, yang tidak memberatkan masyarakat namun disatu sisi mampu meminimalkan terjadinya banjir,” ujar Mimi.

Dalam kesempatan itu juga hadir sejumlah pejabat di Pemkab Pesisir Selatan diantaranya Kepala Bapedda, Kepala Dinas PSDA, Kepala BPBD serta Kepala KPHP Pesisir Selatan, Madrianto dan lainnya. (rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional