Menu

Tim BPOM Periksa Pabukoan di Pasar Pariaman

  Dibaca : 51 kali
Tim BPOM Periksa Pabukoan di Pasar Pariaman
TINJAU— Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin bersama tim BPOM saat melakukan pemeriksaan pabukoan di Pasar Pariaman. (efa nurza/posmetro)

PARIAMAN, METRO – Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, kemarin mendampingi BPOM Padang melakukan pemeriksaan berbagai jenis takjil atau pabukoan di Pasar Pariaman. “Pemerikasaan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada warga yang membeli berbagai jenis paukoan di Pasar Kota Pariaman,” kata Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, kemarin.

Mardison Mahyuddin mengimbau pedagang untuk menggunakan bahan yang aman untuk dagangannya serta warga diminta untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

“Jika dikonsumsi keluarga aman maka keluarga pun sehat, tapi masih kita temukan dalam pemeriksaan ini tentu akan diproses lebih jauh. Jika terbukti maka ada konsekuensi hukum yang harus dijalani oleh pedagang dan pemasok,” ujarnya.

Sebelumnya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Sumatera Barat, memastikan takjil yang dijual di pasar “pabukoan” padadua pasar di KotaPariaman aman dari penggunaan zat berbahaya.

“Ada dua pasar pabukoan yang kami periksa takjilnya di Pariaman, pertama di Pasar Pariaman dengan mengambil 20 sampel dan Pasar Kurai Taji enam sampel,” kata Kepala BBPOM di Padang Martin Suhendri saat meninjau pedagang takjil di Pariaman.

Pasar “pabukoan” adalah salah satu pasar yang identik dikunjungi oleh masyarakat pada bulan suci Ramadhan Ia mengatakan berdasarkan pemeriksaan di mobil laboratorium, takjil yang dijual di kedua pasar itu aman dari penggunaan zat berbahaya.

Meskipun petugas sempat meragukan dua dari 20 sampel takjil di Pasar Pariaman mengandung zat berbahaya namun setelah diperhatikan dengan saksama pihaknya memastikan takjil tersebut aman dikonsumsi.

Ia menyampaikan jika pada pengujian tersebut BBPOM di Padang menemukan bahan berbahaya maka pihaknya akan memperingati pedagang untuk tidak menggunakan zat berbahaya dan menelusuri pemasoknya.

Namun, lanjutnya, jika pedagang tersebut tetap berdagang dengan menggunakan zat berbahaya maka akan berhadapan dengan hukum.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit mengatakan pihaknya tahun ini membuka dua lokasi pasar pabukoan sebagai tempat pedagang menjual takjil selama Ramadhan 1440 Hijriah.

“Lokasi pertama di Jalan Bagindo Aziz Chan atau dekat Pasar Pariaman, sedangkan yang kedua di tugu Pasar Kurai Taji,” tambahnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional