Menu

Tim Asesor ITB, Nilai RKCI Kota Tabuik

  Dibaca : 58 kali
Tim Asesor ITB, Nilai RKCI Kota Tabuik

PARIAMAN, METRO – Wali Kota Pariaman H Genius Umar, kemarin, menerima kunjungan tim Asesor dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan penilaian  Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2019.

Kota Pariaman masuk 30 besar kota se-Indonesia  kategori penilaian dibagi 3, kota besar yang berpenduduk lebih 1 juta, kota sedang berpenduduk 200 ribu sampai dengan kurang Rp 1 juta, kota kecil penduduk kurang 200 ribu. Masing-masing kategori sekarang finalis 10 kota yang ada di Indonesia yang di assessment oleh tim RKCI. Di Sumatera Barat ada dua kota yang masuk dalam penilaian yaitu Kota Pariaman dan Kota Padang Panjang.

Genius Umar mengatakan smart merupakan suatu metodologi bagaimana pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat, tepat, mudah dan kualitas lebih baik  dan bisa memastikan apa yang kita lakukan bisa tercapai.

“Smart dibidang apapun harus dimulai dengan konsep, ketika Kota Pariaman menuju kota pariwisata berarti kita harus smart tourism artinya orang yang berkunjung ke Kota Pariaman bisa  mendapatkan informasi dengan mudah dengan kawasan wisata tersambung dengan jaringan google maps,” jelasnya.

Dari segi pendidikan, bagaimana kualitas sekolah  dengan smart city kita bisa melakukan dengan smart education, dengan membuat smart library misalnya dengan memberikan akses kepada anak-anak maupun guru, untuk membaca buku yang ada di perpustakaan dan sekaligus bisa meningkatkan kualitas guru dan mutu pendidikan di Kota Pariaman.

Kota Pariaman daerah kota tujuan wisata dengan menata kawasan pantai dengan membuat pendestrian, play ground bermain anak , membuat jalan sepeda dan tahun depan akan dibuat fitnest center di ruang terbuka. Dengan konsep waterfront city dengan membuat aliran sungai tidak terganggu dan tidak mendatangkan banjir dengan menambahkan unsur estetika agar bisa dipakai sebagai tempat wisata .

Dalam beberapa tahun terakhir Pemko Pariaman terus melakukan pembenahan pelayanan publik dengan mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi.

Tim asesor RKCI 2019, Hendra Sandhi Firmansyah mengungkapkan tujuan penilaian untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi dan permasalahan kota, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan tata kelola Indonesia.

RKCI sendiri ialah pemetaan sehingga setiap kota mampu memahami kotanya bertransformasi menuju Kota Cerdas. Mengevaluasi kota-kota yang masih proses melakukan smart city di Indonesia.
RKCI 2019 ini merupakan kegiatan rutin dwi tahunan kedua setelah sebelumnya dilakukan pada Tahun 2015 dan tahun 2017.

Dengan harapan dapat memberikan dampak terhadap positif terhadap kota-kota yang ada di Indonesia melalui kegiatan yang paling penting kami melakukan pemetaan dengan sejauh mana smart city ini sudah berkembang di Indonesia. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional