Menu

Tim 7 Bersama KRYD Gelar Razia, 38 Orang Langgar Prokes Tidak Pakai Masker Disanksi

  Dibaca : 112 kali
Tim 7 Bersama KRYD Gelar Razia, 38 Orang Langgar Prokes Tidak Pakai Masker Disanksi

PAYAKUMBUH, METRO
Guna memastikan penegakan disiplin protokol kesehatan covid-19, Tim Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) bersama Tim 7 Penegak Perda Kota Payakumbuh, menggelar operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan dengan melakukan razia ke beberapa kantor pemerintah serta tempat-tempat keramaian, Kamis (6/5).

Dalam razia ini Tim mengunakan metode yang lebih Represif yang mana jika ditemukan pelanggar terhadap prokes maka akan didata dan diberikan sanksi sosial/denda. Bagi pelanggar yang sudah lebih satu kali melakukan pelanggaran, maka akan diajukan untuk sidang tipiring sesuai dengan ketentuan Perda Provinsi Sumbar Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

Sepanjang Kamis (6/5) kemarin dilakukan dua kali giat yaitu pada pagi harinya sekitar jam 09.30 WIB. Razia dilakukan oleh Tim KRYD yaitu penegakan Yustisi Prokes di Kantor Pemerintahan serta melakukan penindakan pada warung kelambu/rumah makan yang berjualan pada siang bulan Ramadhan.

Kemudian pada kantor-kantor pemerintahan Tim KRYD memantau tingkat kepatuhan prokes di Kantor Samsat Kota Payakumbuh, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kantor PDAM. Dari beberapa kantor OPD yang didatangi Tim, tidak ditemukan ada pelanggaran prokes, meski begitu ada Satu orang masyarakat tidak menggunakan Masker.

Tim juga menyasar beberapa perbankan di Kota Payakumbuh khususnya yang menyalurkan bantuan pemerintah kepada masyarakat dan usaha swasta yang terpantau banyak pengunjung seperti swalayan dan Dealer motor.

Selanjutnya, Tim KRYD juga dilakukan penindakan terhadap Dua warung kelambu/rumah makan di Kelurahan Padang Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur yang kedapatan atau tertangkap tangan sudah buka sekitar jam 11.00 Wib.

“Memang kita melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan covid-19 bersama Tim KRYD Polres. Dan kita menemukan ada warung kelambu yang kedapatan berjualan disiang hari sehingga petugas mengamankan pemilik dan barang bukti seperti termos nasi, sambal dan nasi bungkus,” sebut Kasat Pol PP dan Damkar, Devitra, kepada wartawan, Jumat (7/5).

Operasi Yustisi dan razia terus berlangsung pada malam hari sekitar jam 20.30 Wib juga kembali dilakukan oleh Tim 7 Pemerintah Kota Payakumbuh dalam rangka penegakan keamanan dan ketertiban umum serta Penegakan Protokol Kesehatan di Kota Payakumbuh.

“Personil Gabungan Tim 7 yang terlibat adalah dari Satpol PP 32 Orang, TNI 8 Orang, Polri 10 Orang, PM 2 Orang dan Kejaksaan Negeri 6 Orang. Apel dipimpin Langsung Kasat Pol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Devitra. Pergerakan kita menyasar Cafe, tempat usaha dan pusat-pusat keramaian yang banyak di Jalan Sukarno Hatta, Jalan Sudirman, Jalan A.Yani,” sebutnya.

Disampaikan Kasat Pol PP, sepanjang razia dilakukan terdata pelanggar protokol kesehatan (tidak menggunakan masker) dengan total 38 orang.

“Bagi pelanggar semuanya diberikan pengarahan tentang pentingnya memakai masker serta didata di Aplikasi SIMPELADA agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dikemudian hari. Sementara 1 Tempat Usaha FTC kita denda Rp500.000,” ucapnya.

Kasatpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh kembali menghimbau seluruh warga Kota Payakumbuh agar lebih disiplin dalam mematuhi prokes covid-19. “Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk disiplin mematuhi prokes. Kepedulian masyarakat mematuhi prokes dapat memutus mata rantai penularan covid-19. Dan kita Tim 7 akan terus melakukan razia dan penindakatan bagi pelanggar Perda,” ingat Devitra. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional