Close

Tilang Elektronik sudah Diberlakukan di 34 Provinsi

ETLE— Kamera pengawas atau CCTV sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

JAKARTA, METRO–Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah resmi melau­ching electronic traffic law enforcement (ETLE) tahap III. Dengan demikian, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai memberlakukan ETLE di 34 Polda di Indonesia.

Sebelumnya, ETLE telah diluncurkan pada 12 Polda saat peluncuran ET­LE tahap I. Kemudian di tahap II ditambah 14 polda lagi. Kini, ETLE diluncurkan lagi di 8 polda sehingga total sudah lengkap 34 polda menerapkan tilang elektronik.

Totalnya, sudah ada 270 kamera ETLE statis, 806 kamera ETLE mobile dan 58 kamera speedcam yang tersebar di seluruh Indonesia. Di peluncuran ETLE tahap III ini ada pengembangan dan pembaharuan berupa ETLE mobile device, yaitu perangkat elektronik yang digunakan secara portabel dan mobile.

Kamera ETLE terpa­sang di mobil patroli kepolisian. Kamera ETLE mobile on board dapat melakukan perekaman pelanggaran lalu lintas di titik awan yang tidak terjangkau ETLE statis.

Kini, sudah dioperasikan juga ETLE Mobile Hand­held. Petugas kepolisian menggunakan smart gadget yang berfungsi sebagai alat capture pelanggaran lalin, serta langsung terintegrasi dengan data ETLE nasional.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, lewat pengembangan tek­nologi informasi yang diharapkan kepolisian bisa semakin baik.

“Sehingga bisa menam­pilkan sosok Polri yang tegas, berwibawa, humanis, bersih, dan dicintai masya­rakat,” kata Kapolri.

Ia menambahkan, dengan pengembangan tek­nologi informasi yang ada, layanan kepolisian semakin baik untuk menghindari pelanggaran. Sehingga menampilkan jajaran lintas lintas yang salah satu etalase Polri yang dalam pelayanannya sangat dicintai masyarakat.

“Alhamdulillah tadi kita bersama-sama menyaksikan peresmian ETLE dan juga baik yang bersifat mobile yang tergabung dalam device sehingga kemudian ini memudahkan pelaksanaan di lapangan,” kata Kapolri Jenderal Lis­tyo Sigit.

Adapun launching ETLE tahap ketiga ini dilakukan di Delapan Polda yaitu Polda Aceh, Polda Kepri, Polda Kaltara. Kemudian Polda Sulteng, Polda Sulbar, Polda Sultra, Polda Maluku, Polda Maluku Utara.

Menurut Kompol Muhammad Adiel Aristo dari Tim Nasional ETLE Presisi, ETLE mobile handheld sudah diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia. Sistem ini sudah dipelajari sejak setahun belakangan.

“Untuk diketahui bahwa riset telah dilakukan selama satu tahun oleh Polda Jawa Tengah, dan langsung diasistensi oleh Bapak Dirgakkum (Direktur Penegakan Hukum) Korlantas Polri,” kata Kompol Aristo.

Dalam penerapannya, ETLE Mobile Handheld akan digunakan oleh petugas kepolisian yang berboncengan dengan naik motor. Petugas yang dibonceng memegang gadget untuk meng-capture pelanggar lalu lintas di jalan yang tidak terjangkau ETLE statis. Gambar yang ditangkap dari gadget itu langsung dikirim ke back office dan diproses seperti sistem tilang elektronik sebelumnya.

Nah, untuk memastikan apakah kendaraan terkena online elektronik atau tidak, pengendara dapat melakukan cek tilang elektronik secara online. Caranya, kunjungi laman https://etle-pmj.info/id/check-data lalu masukkan nomor pelat kendaraan, nomor mesin, dan nomor rangka sesuai dengan STNK.

Setelah terisi semua, pilih “Cek Data”. Jika tidak ada pelanggaran, maka akan muncul kalimat “No data available”. Namun jika ada pelanggaran, maka akan muncul catatan waktu, lokasi, status pelanggaran, serta tipe kendaraan.

Terkait sanksi pelanggaran tilang online sesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bagi kendaraan yang melanggar batas kecepatan akan dije­rat Pasal 287.

Sementara kendaraan Over Dimension and Over Load atau ODOL dikenai Pasal 307 UU Nomor 22 Tahun 2009. Adapun sanksi bagi keduanya berupa pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Selanjutnya, ada dua cara bayar denda tilang online yakni melalui BRI (Teller, ATM, Mobile Banking, Internet Banking, dan EDC) dan bank lainnya. Namun, sebelum membayar denda tilang online, pelanggar harus mengonfirmasi pelanggaran setelah menerima surat konfirmasi.

Konfirmasi pelangaran berlaku selama delapan hari. Adapun batas waktu terakhir pembayaran denda tilang online adalah 15 hari dari tanggal pelanggaran. (jpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top