Menu

Tiket Masuk Objek Wisata dengan Sistem Non Tunai, Antisipasi Penyelewengan dan Kebocoran di Sawahlunto

  Dibaca : 109 kali
Tiket Masuk Objek Wisata dengan Sistem Non Tunai, Antisipasi Penyelewengan dan Kebocoran di Sawahlunto
TANDA TANGAN—Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menandatangani penerimaan mesin print of sales dari Kacab Bank Nagari Sawahlunto.

SAWAHLUNTO, METRO–Pemko Sawahlunto a­kan terapkan pemba­ya­ran non-tunai untuk me­ningkatkan kualitas dan teknologi pembayaran tiket objek wisata. Sistem pembayaran non tunai ini dilakukan dengan berker­jasama dengan Bank Na­gari melalui platform Qu­ick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menggunakan mesin Point of Sales.

Mesin Point of Sales selain untuk meng – upgrade pelayanan, peng­gunaan sistem pemba­yaran non – tunai ini juga untuk mencegah ter­jadi­nya penyelewengan/pe­nya­lahgunaan dalam pro­ses pembayaran, sebab melalui sistem ini semua pembayaran termonitor secara real – time (setiap waktu-red) dan hasil pem­bayaran langsung masuk ke dalam rekening.

Sistem pembayaran non-tunai ini akan dimulai pada 3 objek wisata,  yang terdiri dari Taman Satwa Kandi, Camping Ground Kandi dan Puncak Ce­mara. Dalam minggu ini, para petugas di pos pem­bayaran objek wisata ter­se­but diberikan sosialisasi penggunaan mesin Point Of Sales tersebut.

Kepala Bank Nagari Cabang Sawahlunto Rusdi menyerahkan, secara se­re­monial mesin Point of Sales kepada Walikota Sawahlunto Deri Asta, Selasa (24/8) di Balaikota Sawahlunto. Ada 3 mesin yang langsung diserahkan Bank Nagari kepada Pem­ko Sawahlunto.

Menurut Deri Asta, Pemko Sawahlunto mulai menggunakan sistem pem­ba­yaran non-tunai ini dari objek wisata dan pem­bayaran pajak. Nantinya, juga akan menyentuh bi­dang lain. Seiring dengan perkembangan teknologi digital, maka Pemko Sa­wahlunto menyesuaikan dengan meng-upgrade sis­tem pembayaran pada non – tunai.

Pemko melihat bahwa dengan teknologi ini ba­nyak kelebihan dan keun­tungannya, seperti men­cegah terjadinya pe­nye­lewengan/penya­lah­guna­an dalam proses pem­bayaran, menciptakan keamanan kenyamanan dan kepastian bagi pe­tugas dan pengunjung. Dan, meningkatkan kemu­dahan dalam monitoring karena sistem ini datanya langsung masuk dalam server kemudian ditam­pilkan di dashboard yang bisa dipantau secara real­time.

“Jadi kekhawatiran ter­­hadap pe­nyelewe­ng­an/kebocoran uang oleh petugas juga dapat dimi­nimalisir melalui pemb­a­yaran digital ini. Pem­bayaran non – tunai pun sesuai dengan arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni agar pemerintah daerah me­nerapkan sistem non – tunai ini dalam mencegah kebocoran anggaran,” ujar Deri.

Kepala Cabang Bank Nagari Rusdi menje­las­kan, bagi pengunjung dise­diakan pilihan apakah membayar secara non – tunai melalui platform QRIS atau tunai dengan secara langsung memba­yar pada petugas.

Menurutnya, pengun­jung tetap bisa memilih membayar seperti biasa yakni dengan tunai lang­sung pada petugas, de­ngan sistem sekarang ini begitu membayar maka uangnya langsung ma­suk ke rekening penam­pu­ngan kas daerah. Se­hing­ga tidak ada resiko penye­lewengan. Berapa orang pengunjung yang masuk, itu semua lang­sung mem­bayar dan ter­data.

Ditambahkan Rusdi, jika biasanya data pengun­jung dan nominal tiket masuk objek wisata baru bisa diketahui dari reka­pitulasi data pada sore hari atau beberapa hari kemudian, sekarang de­ngan sistem non – tunai bisa langsung pada jam pengunjung itu masuk diketahui sebab datanya langsung masuk ke server dan uangnya masuk ke rekening penampung kas. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional