Menu

Tiket Final Inggris Dinilai Sedikit “Cacat”, Medsos “Berkicau”

  Dibaca : 125 kali
Tiket Final Inggris Dinilai Sedikit “Cacat”, Medsos “Berkicau”
TOPSHOT - England's forward Raheem Sterling (C) falls on the ground which led to the awarding of a penalty during the UEFA EURO 2020 semi-final football match between England and Denmark at Wembley Stadium in London on July 7, 2021. (Photo by Laurence Griffiths / POOL / AFP)

Three Lions atau Tim Tiga Singa melaju ke final untuk berjumpa Italia Euro 2020. Inggris mampu menum­bang­kan Denmark 2-1 lewat per­panjangan waktu dalam laga yang berlangsung di stadion Wembley pada Ka­mis (08/07) dini hari WIB.

Namun, keberhasilan Inggris meraih tiket final ini sedikit “cacat”. Pasalnya, mulai dari fans, pelatih dan pemain bola memper­ta­nyakan beberapa hal yang janggal di pertandingan tersebut. Medsos banyak “berkicau”.

Kemenangan ini mem­buat banyak pengguna me­dia sosial memper­t­anya­kan hadiah penalti kepada Inggris.

Bahkan, kemenangan Inggris atas Denmark juga ikut menghadirkan polemik tendangan penalti yang diberikan wasit Danny Mak­kelie asal Belanda, usai Sterling terjatuh di kotak terlarang.

“Jadi Inggris menang karena gol bunuh diri dan penalti yang tidak pantas,” tulis akun @idksuus.

“Ada dua bola di lapa­ngan sementara Sterling menusuk untuk menerima penalti. VAR tutup mata,” tulis @LeoulPrince7.

Mesut Oezil juga ikut mempertanyakan penalti tersebut. Di sisi lain dia memberikan selamat kepa­da Inggris.

“Selamat untuk Inggris dan teman-teman. Perta­rungan yang luar biasa dari Denmark selama tur­namen. Penalti sangat me­ragukan!?” tulis Oezil.

AS selaku media asal Spanyol menyindir habis Sterling lewat kicauan di Twitter. Sterling dianggap sebagai atlet diving Bri­tania untuk Olimpiade.

Jalannya Pertandingan

Timnas Inggris yang bertindak sebagai tuan rumah mampu tampil do­minan saat hadapi kuda hitam, Denmark.

Pasuka Inggris yang diarsiteki Gareth Southgate ini nyaris mencetak gol di menit kelima, andai Ra­heem Sterling tidak terlam­bat menyambut umpan Harry Kane.

Namun kejutan terjadi saat Denmark yang lebih banyak tertekan justru mampu cetak gol lebih dulu.

Sebuah tendangan be­bas Mikkel Damsgaard meluncur kencang tanpa bisa dihentikan Pickford, yang untuk pertama kali kebobolan di Euro 2020. Tim Dinamit unggul 1-0.

Sepuluh menit ber­se­lang, Inggris akhirnya bisa menyamakan kedudukan. Usaha Simon Kjaer memo­tong umpan Bukayo Saka yang mengarah kepada Sterling justru berbuah gol bunuh diri.

Skor sama kuat 1-1 jadi hasil di babak pertama, dan terus berlanjut hingga masa 2×45 menit berakhir yang membuat pertan­dingan di­teruskan ke extra time.

Inggris sendiri memas­tikan diri lolos ke final, usai Harry Kane sukses meng­ek­sekusi tendangan penalti di babak perpanjangan waktu. Skor 2-1 jadi hasil akhir laga ini.

Italia sudah menunggu Inggris laga final Piala Eropa 2020 yang dijad­walkan berlangsung pada Senin (12/7) dinihari WIB di Stadion Wembley.

Bagi Inggris, kemena­ngan di semifinal Euro 2020 ini jadi yang pertama buat mereka sepanjang sejarah gelaran Piala Eropa.

Sebelumnya, penca­paian terbaik Inggris di ajang Euro hanyalah pe­ringkat tiga pada tahun 1968 serta jadi semifinalis pada gelaran 1996 silam.

Namun sayang, di balik rekor yang dibuat Timnas Inggris semalam, banyak pengamat menyebut bah­wa laga antara The Three Lions kontra Denmark pe­nuh dengan kejang­galan.

Lantas apa sajakah kejanggalan tersebut?

Mulai dari diving para pemain hingga keputusan aneh sang pengadil lapa­ngan.

Diving Sterling

Kejanggalan pertama tentu dari aksi diving Ra­heem Sterling di masa extra time, yang akhirnya membuat Inggris unggul hingga pertandingan ber­akhir.

Momen Raheem Sterling jatuh, lalu Inggris dapat penalti, masih ramai diba­has. Salah satunya tentang ti­dak adanya intervensi VAR dalam insiden ter­sebut.

Dalam insiden terse­but, jatuhnya Raheem Sterling menuai perdebatan panjang. Apakah memang ada sentuhan atau bahkan pelanggaran? Atau malah Sterling diving?

Dari tayangan ulang, Joakim Maehle tidak terli­hat jelas melakukan kontak dengan Sterling. Di sisi lain ada Mathias Jensen yang juga menempel pemain milik Manchester City ter­sebut.

Memang ada pula kon­troversi-kontroversi lain di laga ini. Seperti bola kedua yang sempat nyelonong ke lapangan saat permainan berjalan. Atau gol Denmark dari tendangan be­bas yang dipertanyakan keabsahannya. Tapi in­siden Raheem Sterling paling ramai dibahas.

Melansir dari BBC Live, salah satu legenda sepak bola Liga Inggris, Robbie Keane menyoroti keputu­san wasit, Danny Makkelie untuk memberi hadiah pe­nalti untuk Inggris atas pe­ristiwa jatuhnya Raheem Sterling di menit ke-104.

Mantan penggawa Timnas Irlandia ini menilai kontak yang terjadi antara Sterling dan Joakim Maehle sangatlah minim sehingga tidak pantas di­ganjar penalti.

“Saya tidak berpikir itu penalti. Sangat, sangat lembut,” kata Roy Keane.

Ada Dua Bola di Lapangan,

Keputusan Wasit Tetap Lanjutkan Laga

Tak cuma memberikan penalti kontroversial, wasit laga Inggris vs Denmark juga tetap melanjutkan permainan meski terjadi insiden dua bola masuk ke lapangan pertandingan.

Dalam aturan IFAB laws of the game, Laws 5 bagian Outside interference tertulis bahwa wasit berhak memberhentikan sementara pertandingan jika terjadi pelanggaran atau intervensi dari luar lapangan, salah satunya adalah bola tambahan atau extra ball.

Selain itu wasit juga berhak melanjutkan per­mainan jika intervensi dari luar lapangan tidak meng­ganggu dan menghilang­kan gangguan dengan cepat.

Tendangan Bebas Denmark

Jika dua poin sebelum­nya membahas tentang Ing­gris, kejanggalan ter­akhir datang dari Denmark. Tepat­nya dalam proses gol pem­buka tim Dinamit lewat si­tuasi set piece pada laga ini.

Disebutkan, bahwa pa­ra pemain Denmark beru­saha menutupi sudut pan­dang Jordan Pickford dan berada dekat dengan din­ding para pemain Inggris saat tendangan bebas ber­langsung.

Dalam aturan FIFA, seperti dilansir dari sport­bible, di mana para pemain bertahan (Inggris) mem­buat sebuah dinding, maka para pemain Denmark m­i­nimal harus berada dalam jangkauan jarak satu me­ter.

Namun yang terjadi dalam proses gol Dams­gaard justru sebaliknya. Hal inilah yang membuat para fans mengancam bah­wa gol tersebut tidak sah. (*/rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional