Menu

Tiga Kunci Keberhasilan Timnas U-22 Mengimbangi Iran

  Dibaca : 194 kali
Tiga Kunci Keberhasilan Timnas U-22 Mengimbangi Iran
SELEBRASI— Striker Timnas Indonesia U-22, Muhammad Rafli (kiri) merayakan golnya ke gawang Timnas U-23 Iran di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali.

PADANG, METRO – Timnas Indonesia U-22 harus puas bermain imbang melawan Iran U-23, meski sempat unggul terlebih dahulu. Pertandingan uji coba ini digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (13/11), kedua tim mengakhiri laga dengan skor 1-1. Laga persahabatan ini merupakan pemanasan jelang di SEA Games Filipina akhir November 2019.

Timnas Indonesia U-22 unggul berkat gol Muhammad Rafli pada menit kesembilan setelah menerima umpan terukur Feby Eka Putra. Sayang, Iran U-23 mampu membalasnya lewat Mohamad Reza Azadi pada menit ke-69′.

Secara permainan, Tim Garuda Muda mampu menyaingi Iran. Apa yang ditunjukkan oleh Andy Setyo dkk. mulai terlihat bahwa mereka siap bersaing di SEA Games 2019 Filipina, yang akan dimulai pada 25 November 2019.

Pemain Timnas Indonesia U-22 juga berani tampil menekan. Meski dalam beberapa kesempatan, mereka juga kurang mengantisipasi upaya serangan balik yang disusun oleh Iran U-23.

Hasil imbang ini dinilai cukup positif untuk Timnas Indonesia U-22 mengingat Iran juga memiliki tim yang berkualitas. Kunci menahan imbang Tim Timur Tengah Iran ini, yakni, lini tengah Timnas Indonesia U-22 memiliki warna baru untuk mengatur kontrol permainan. Gelandang Evan Dimas bekerja sama dengan dua pemain muda lainnya, yaitu Syahrian Abimanyu dan Luthfi Kamal Baharsyah.

Ketiga pemain itu bekerja sama dengan baik dan mampu mengalirkan bola dari kaki ke kaki. Abimanyu kemudian menjadi aktor dan mengirim umpan ke depan kepada Feby Eka Putra.

Umpan itu yang kemudian berbuah gol untuk Timnas Indonesia U-22. Feby mengirim umpan kepada M. Rafli dan mampi menjebol gawang Iran.

Sisi sayap yang dihuni oleh Feby Eka Putra dan Irkham Zarul Mila menjadi motor serangan lain. Beberapa kali kedua pemain ini mampu menyisir sisi sayap hingga masuk ke pertahanan lawan.

Permainan dua pemain sayap ini menunjukkan ciri khas permainan Timnas Indonesia U-22, yang mengandalkan sisi sayap. Feby kemudian membuktikan kualitasnya lewat assist-nya pada laga ini.

Iran sebenarnya juga tidak bermain pasif dalam pertandingan ini. Mereka mampu beberapa kali menyerang dengan mengandalkan serangan balik.

Dalam situasi ini, Timnas Indonesia U-22 bermain kompak langsung turun menjaga pertahanan. Makanya, Iran juga kesulitan mencari celah.

Namun, pemain belakang Skuat Garuda Muda lalai menjaga pertahanan. Gol yang dicetak oleh Mohammadreza Azad sebenarnya bisa diantisipasi, tetapi kali ini lemah dan lengah mengatasinya. (*/boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional