Menu

Tiga Atlet Panahan Berkuda Sumbar Ukir Prestasi Dunia, Juara Umum di Ankara Turki 2021

  Dibaca : 92 kali
Tiga Atlet Panahan Berkuda Sumbar Ukir Prestasi Dunia, Juara Umum di Ankara Turki 2021
DISAMBUT—Gubernur Sumbar Mahyledi menyambut atlet panahan berkuda Sumatera Barat.

SICINCIN, METRO– Tiga orang atlit pa­nahan berkuda Sumatera Barat yang memperkuat Tim Indonesia berhasil meraih Juara Umum da­lam ajang “International Horseback Archery Circular Track Championship 2021” yang berlangsung di Ankara, Turki, 13-15 Agus­tus 2021 lalu. Ketiganya, merupakan santri  Al-Huf­fazh Payakumbuh yang tergabung dengan Per­kumpulan Panahan Ber­kuda Indonesia (KPBI).
Tidak main-main Tim Pa­nahan Berkuda Indonesia bersaing di International Horseback Archery Circular Track Championship 2021 yang diikuti 37 pe­serta dari 10 klub panahan berkuda asal Turki, Denmark, dan Indonesia. Mem­­pertandingkan tiga pranata trek untuk kategori putra dan putri, yaitu Cem­ber Parkuru (trek ling­ka­ran), Turan Parkuru (trek dengan target jarak jauh), dan Sur Parkuru (trek ben­teng).  Perjuangan atlit panahan meraih juara diajang bergengsi Inter­nasional tidak sia-sia, kedatangan tim panahan di ranah minang, disambut langsung oleh orang no­mor satu di Sumatera Ba­rat, Gubernur Mahyeldi Ansharullah di Bandara Internasional Minang­ka­bau (BIM) saat Mendarat Kamis (26/8). “Ini adalah salah satu bukti bahwa generasi muda Minang­kabau memiliki potensi untuk bisa meraih prestasi di tingkat internasional,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menjemput kedatangan Najib dan ka­wan-kawan.

Gubernur yang dikenal renda hati dan mendengar keluh kesah rakyat itu, mengaku sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh Najib karena olahraga panahan sambil berkuda adalah salah satu cabang olahraga yang sulit dan jarang digeluti. Olah­raga itu sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad yang menyuruh generasi muda untuk belajar olah­raga berkuda memanah dan berenang.
Ia meminta OPD terkait untuk memberikan apre­siasi kepada Najib yang telah mengharumkan na­ma daerah di tingkat in­ternasional tersebut. Gu­bernur mendukung pe­ngem­bangan cabang olah­raga tersebut di Sumbar agar generasi muda se­makin tangkas dan me­miliki semangat juang sehingga bisa mengem­bangkan potensi diri.

Ia juga akan mem­per­timbangkan harapan dari para atlet panahan ber­kuda Sumbar bisa men­jadi tuan rumah bagi ke­jua­raan tingkat inter­na­sional pada 2022.  “Kita siap untuk menjadi tuan rumah untuk kejuaraan cabang olahraga ini,” pung­kasnya didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar.

Sementara itu atlet pa­nahan berkuda Najib me­ngatakan secara postur tubuh atlet asal Indonesia sulit bersaing. Namun de­ngan kegigihan dan per­juangan bisa mengalah­kan rival dari berbagai negara hingga bisa meraih juara umum tingkat inter­nasional.

Pembina panahan ber­kuda yang juga Ketua Ya­yasan Al-Huffazh, Edhi Koesmana mengucapkan terima kasih kepada Gu­bernur Sumatera Barat Mahyeldi yang bersedia menyambut Kedatangan Tim Atlit Panahan Berkuda Internasional, saat sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). ”Pres­tasi membanggakan ini juga menjadi kado manis bagi Tanah Air yang tengah merayakan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerde­kaan Republik Indonesia. Putra Minangkabau asal Lima Puluh Kota Najib Hardika bersama rekan-rekannya berhasil meng­harumkan nama Indonesia dan khusus Sumatera Barat dengan menjuarai panahan berkuda tingkat internasional di Turki,” sebut Edhie Koesmana, akhir pekan kemarin ke­pada wartawan.

Disampaikannya, dari ketiga kategori itu yang diperlombakan, Indonesia yang diwakili Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) menyabet juara sektor putra dan putri.
Juara 1 putra diraih Najib Hardika (Indonesia) de­ngan total point 257 dari Payakumbuh Provinsi Sum­bar, Juara II Kharisma Zaky (Indonesia) dengan total point 255 dari Paria­man Provinsi Sumbar, Ju­ara III Bunyamin Basal (Denmark) dengan total point 247.

Sedangkan untuk Putri, Juara I Arum Nazlus Sho­bah (Indonesia) dengan total point 176 dari Pa­riaman Provinsi Sumbar, Juara II Ayse Sude Nemli (Denmark) dengan total point 128 dan Juara III Feyza Alptekin (Turki) de­ngan total point 60.  ”De­ngan demikian Tim Indonesia berhasil keluar se­bagai juara umum me­ngalahkan juara bertahan tahun lalu yang diraih Tim Denmark,” terang Edhie.
Edhie Koesmana ber­ha­rap, semoga giat Panahan Berkuda menjadi wahana diplomasi budaya Dunia. “Dan ini menjadi bukti bahwa sampai saat ini Sumbar masih memiliki dan  melahirkan orang-orang hebat berprestasi dan berpengaruh dikancah in­ter­nasional dizamannya,” ulas Edhie. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional