Close

Tidak mau Wilayah Tanahdatar Diambil Daerah Lain, Eka Putra: Sejengkal Tanah, kita tidak akan Menyerahkannya!

PENINJAUAN LOKASI— Bupati Tanahdatar Eka Putra bersama masyarakat melihat dari dekat di lokasi sengketa batas wilayah.

TANAHDATAR, METRO–Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE. MM memastikan jalur pendakian Proklamator,  Pasangrahan (Gaduang) di Taman Wisata A­lam (TWA) Gunung Marapi ia­lah wilayah administrasi Kabupaten Tanah Datar.

Hal itu telah ditegaskan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri) nomor 110 tahun 2019 tentang Batas Daerah antara Kabupaten Agam dengan Kabupaten Tanah Datar.

“Ini (jalur pendakian proklamator di TWA) berada di wilayah administrasi Tanah Datar, tidak di wi­layah Kabupaten Agam, ada permendagri nomor 110 tahun 2019,” ujar Bupati Eka Putra saat meninjau ke lapangan jalur pen­dakian Proklamator,  Pa­sangrahan (Gaduang) di TWA Gunung Marapi, Kecamatan X Koto, Minggu (20/11).

Tetapi pada acara pe­resmian jalur Proklamator beberapa waktu yang lalu,  Bupati Agam mengklaim bahwasanya daerah ter­sebut berada diwilayahnya.

Menangapi klaim secara sepihak oleh pimpinan Kabupaten tetangga itu, Bupati Eka berpesan bahwa sebagai seorang pe­mimpin, Bupati Agam hen­daknya terlebih dahulu mempelajari batas wilayah antara dua Kabupaten ini.

Bupati Eka berpesan jika jalur pendakian Prok­lamator,  Pasangrahan (Gaduang) di TWA Gunung Marapi,  masih di klaim Bupati Agam sebagai daerahnya, ia tidak segan-segan mempertahankan walaupun dengan berbagai cara.  “Sejengkal tanah  pun, kita tidak akan menyerahkan wilayah  Tanah Datar untuk di ambil daerah lain. Dan siap dengan segala apapun termasuk jika ha­rus di PTUN kan,” ujar Bupati Eka.

Bupati Eka menambahkan, pemerintah akan te­rus berupaya secara maksimal menjaga daerah dari berbagai pihak yang me­ngaku sebagai daerahnya.  “Kita tutup kaca spion, lihat ke depan. Kita berjalan pada ketentuan yang ada. Insha allah, niat kita baik, bagaimana jalur pendakian Proklamator,  Pasangrahan di TWA Gunung Marapi bisa dimanfaatkan ma­syarakat kita,” ujar Bupati Eka.

Kepala BKSDA Wilayah II Sumatera Barat melalui Kasi Konservasi Wilayah II Sumatera Barat Eka Da­mayanti mengatakan tidak tahu pasti kejadiannya pada saat peresmian jalur pendakian  Proklamator  kaki Gunung  Marapi Nagari Koto Baru.

Menurutnya, pada saat itu pihaknya mempunyai waktu yang cukup pendek untuk melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya, sehingga roundown nya berubah pada saat dibacakan.  “Ren­cananya kami memang mengundang kedua kabupaten yaitu Tanah Datar dan Agam, kami tidak bermaksud untuk mengesampingkan pimpinan dae­rah dari salah satu kabupaten. Namun sebetulnya sema­ngatnya adalah bagaimana merangkul dua kabupaten ini supaya bisa ikut serta bersama-sama me­ngelola TWA Marapi,” ujar Eka Damayanti.

Dikatakan Eka Dama­yanti, pihaknya tidak ada maksud ini dan itu karena sudah disepakati pada saat rapat di Padang dan hasil rapatnya pun sudah disampaikan ke Gubernur dan juga bupati Agam langsung.

“Sepengetahuan kami ini juga sudah disampaikan pada saat rapat internal mereka, sehingga menurut kami kejadian ini tidak ada unsur kesengajaan,” tambahnya.

Dikesempatan itu, Eka Damayanti juga menyampaikan ucapan terima kasih atas suport dan dukungan dari bupati Tanah Datar untuk pengelolaan TWA terutama untuk membantu masyarakat penyangga TWA dalam hal ini ma­syarakat nagari Koto Baru dan Aie Angek untuk sa­ma-sama mendapatkan akses pengelolaan.

Hadir pada saat itu, Asisten Ekobag Abdul Ha­kim, Asisten Pemerintahan dan Kesra Elizar, Kepala Dinas PUPR Tamrin, Kalaksa BPBD Yusnen, Kasat Pol PP Harfian Fikri, Kepala Dinas Perkim LH, Camat X Koto Adiawarman, Kepala Bagian Hukum Audia Sa­fitri, Kepala Bagian PEM Abduraham Hadi, Kepala Bagian Prokopim Dedi Triwidono, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Ten Feri, Wali Nagari Aia Angek, Wali Nagari Koto Baru dan Tokoh masya­rakat lainnya. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top