Menu

Tidak Benar Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Dihentikan, Athari : Ditangguhkan Sementara Karena Refocusing Anggaran

  Dibaca : 114 kali
Tidak Benar Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Dihentikan, Athari : Ditangguhkan Sementara Karena Refocusing Anggaran
KUNJUNGAN— Anggota Komisi V DPR RI asal Provinsi Sumbar, Athari Gauthi Ardi saat kunjuungan kerja.

PADANG, METRO–Beredar informasi jalan tol Padang-Pekanbaru secara resmi dihentikan. Men­dengar informasi ter­sebut, Athari Gauthi Ardi, Anggota Komisi V DPR RI asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menegaskan,  jalan tol Padang-Pekanbaru tersebut bukan dihentikan tetapi ditangguhkan sementara. “Ini perlu kita luruskan. Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru itu bukan dihentikan namun yang benar itu ditangguhkan. Saya  pastikan  jalan tol ini tidak akan dihentikan karena pembangunan tol Padang-Pekanbaru ini termasuk proyek strategis nasional dan juga sudah melalui proses yang panjang,” kata Athari Senin (16/8).

Anggota Komisi V DPR RI itu menjelaskan, penangguhan jalan tol Padang-Pekanbaru tersebut, diakibatkan oleh masalah anggaran. PT. Hutama Karya sebagai pelaksana proyek membutuhkan PMN atau modal dan juga dana untuk pembebasan lahan dari Kementerian Keuangan. Namun dengan adanya refocusing anggaran, jadi  anggaran negara diprioritaskan untuk penanganan pandemi Covid-19. Akibatnya anggaran untuk pembangunan infrastruktur diminimalisir.

Athari juga menyinggung masalah pembeba­san lahan yang belum selesai. Ia mengatakan, da­lam menyelesaikan masa­lah pembebasan lahan, ha­rus dicarikan solusi secara bersama.  Ia juga mengingatkan pentingnya komitmen, sinergi dan koordinasi yang baik antar stakeholder. Serta berupaya melahirkan formulasi-formulasi sebagai langkah penyelesaian proyek jalan tol Padang-Pekanbaru terhadap time table yang sudah diputuskan. Ke de­pan sebagai langkah untuk melahirkan solusi masalah pembebasan lahan, Athari akan bertemu dengan Dit­jend Binamarga dan juga Kepala BPJT untuk melihat di mana lahan yang belum bebas dan kendala lainnya.

Serta ia juga akan koordinasi dengan Gubernur Sumbar dan juga ia akan meninjau secara langsung pembangunan jalan tol tersebut dan akan memanggil bupati yang daerahnya masih terkendala masalah pembebasan lahan. “Kita juga perlu bicara ke masyarakat dengan melakukan pendekatan secara intens dengan kearifan lokal.” ungkapnya

Athari menjelaskan, keberadaan jalan tol Pa­dang-Pekanbaru akan sangat berdampak baik terhadap perekonomian Sumbar. Menurutnya kehadiran jalan tol Padang-Pekanbaru sebagai akses komoditi pertanian dan perikanan Sumbar yang cepat untuk dibawa ke Riau. Karena Riau provinsi yang banyak menampung komoditi Sum­bar dan juga pariwisata. “Riau salah satu provinsi yang banyak menerima komoditi dari daerah kita dan juga wisatawan Sumbar banyak dari Riau. Sangat rugi kita kalau jalan tol ini tidak dilanjutkan,” tutup Athari.

Terpisah, Gubernur Sum­bar, Mahyeldi Ansha­rullah mengaku belum bisa memastikan penyebab dilakukannya penangguhan pengerjaan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin. “Kita baru dapat dari berita. Kita belum terima suratnya penangguhannya. Bahasanya penangguhan. Kita pelajari, masalah ta­nah sudah kita lakukan dan selesai, pembayarannya dari pusat. Selama ini tim sudah dibentuk di lapangan di kabupaten kota yang dilewati tol,” ujar Mahyeldi, Senin, (16/8).

“Nanti kita komunikasikan dan rapatkan. Karena itu semuanya (penangguhan jalan tol), tidak hanya di Sumbar. Tetapi daerah lain. Kita rapatkan dengan instansi terkait,” tambahnya.

Mahyeldi bahkan mengatakan, selama ini tim pembebasan tanah sudah bekerja maksimal. Termasuk juga terkait masalah pembebasan tanah sebanyak 25 titik sudah diselesaikan. Namun, diakui Mah­yeldi, tanah yang sudah diselesaikan pembeasannya tersebut belum dibayarkan. “Kita bersama Ka­polda Sumbar sudah sampaikan ke BPN/ATR untuk segera menyampaikan ke Kementerian Keuangan untuk dibayarkan. Untuk pembayaran yang berproses dari BPN/ATR dan Kementerian Keuangan,” terangnya.

Sebelumnya, informasi terkait penangguhan pro­yek jalan tol ini diketahui dari surat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Nomor BM.08-P/598 tentang Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Ruas Simpang Indralaya-Muara Enim Seksi Prabumulih-Muara Enim dan Ja­lan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin.

Dalam surat tersebut Kepala BPJT Danang Pa­rikesit menyampaikan kepada Dirut PT Hutama Ka­rya dalam suratnya tertanggal 16 Juli 2021. Isi Surat Danang ini dilandasi dengan isi surat Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR tertanggal 26 April tentang Optimasi Pentahapan Pem­bangunan Jalan Tol Trans Sumatera sampai 2024.

Kepala BPJT sebagai penguasa jalan tol di Indonesia memutuskan pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru sampai Sicincin. Sementara dari arah Pekanbaru hanya sampai Pangkalan saja.

Sementara sisa ruas jalan tol sepanjang 144 Km yang membentang dari Kapalo Hilalang, Kabupaten Padang Pariaman ke Pangkalan, Limapuluh Kota ditangguhkan sementara. Kondisi yang sama juga terjadi pada seksi jalan tol Prabumulih – Muara Enim sepanjang 54 Km juga ditangguhkan pembangunannya. Tetapi ruas jalan tol Simpang Indralaya – Muara Enim Seksi Simpang Indralaya – Prabumulih sepanjang 65 Km tetap dilanjutkan.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional