Menu

Tiap OPD Bentuk Satgas New Normal

  Dibaca : 373 kali
Tiap OPD Bentuk Satgas New Normal
POS JAGA— Pos siaga yang didirikan di masa penerapan new normal setelah transisi Covid-19 di Kota Solok.

SOLOK, METRO
Pemerintah Kota (Pemko) Solok membentuk Satgas pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemko Solok. Keberadaan Satgas ini akan memberikan laporannya kepada Satgas Covid-19 Kota Solok.

Menurut Wakil Wali Kota Solok Reiner, saat ini satu-satunya cara yang dilakukan dalam masa new normal bukan dengan menyerah dan tidak melakukan apapun. Namun menurutnya, semua pihak harus menjaga produktivitas agar dalam situasi seperti ini harapan produktif namun aman dari Covid-19, dapat diterapkan dengan maksimal.

“Penting memberikan edukasi dan pemahaman kepada para ASN dan seluruh masyarakat mengenai dalam Tatanan Kehidupan Baru Produktif dan Aman Covid-19. Kita belum keluar dari situasi pandemi Covid-19, namun berusaha beradaptasi dengan pandemi ini dengan menerapkan Protokol kesehatan Covid-19,” sebut Reiner.

Apalagi, ini merupakan sebuah tantangan bagi masyarakat untuk memasuki Tatanan Kehidupan Baru Produktif dan Aman Covid-19 dan tentu masyarakat tidak ingin kembali lagi ke masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Intinya, pemahaman masyarakat mengenai New Normal ini saat ini masih rendah. peran RT, RW, Lurah dan Camat sangat dibutuhkan untuk mengedukasi masyarakat. Kecemasan yang sangat tinggi di masyarakat juga harus diberikan pemahaman, namun jangan sampai kita menganggap sepele Covid-19 ini,” tegas Reiner.

Kondisi zero Covid-19 di Kota Solok ini harus dipertahankan, dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat, serta seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Solok.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok Hj.Ambun Kadri menjelaskan, masyarakat harus selalu melakukan aktifitas sesuai protokol kesehatan, dengan kontrol yang ada di masing-masing kepala OPD, instansi, lembaga.“Semua membuat gugus tugas monev pelaksanaan new normal dan dilaporkan ke tingkat kota, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di Dinkes untuk pelaksanaan new normal, dan harus siap melakukan new normal,” jelas Ambun Kadri.

Apabila new normal terputus, dengan meningkatnya pasien positif Covid-19 mulai dari 1 atau lebih dari 4 orang, kemungkinan akan kembali lagi ke PSBB. Untuk itu, tetap beraktifitas dengan menggunakan masker, jaga jarak, sering cuci tangan dengan air mengalir, pemeriksaan suhu tubuh secara berkala, menggunakan APD sesuai risiko pekerjaan, hindari menyentuh wajah, hidung, mulut, mata, melakukan etika batuk dan bersin,serta  menyemprot disinfektan secara berkala.

“Memasuki new normal, pertempuran kita bukanlah di RS, namun di tempat umum, masyarakat, dan lingkungan luas untuk memutus mata rantai Covid-19. OPD terkait berkewajiban melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pelaksanaan protokol kesehatan, serta membentuk gugus tugas yang akan dilaporkan kepada gugus tugas kota,” jelasnya. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional