Menu

Tewas Membusuk, Supriadi Dievakuasi Petugas Pakai APD

  Dibaca : 662 kali
Tewas Membusuk, Supriadi Dievakuasi Petugas Pakai APD
EVAKUASI— Petugas gabungan mengenakan APD lengkap mengevakuasi jasad Supriadi yang ditemukan tewas membusuk di dalam rumah.

AGAM, METRO
Berawal kecurigaan warga dengan bau menyengat, Supriadi (61) ditemukan dalam kondisi tewas membusuk di dalam rumahnya di Kampung Melayu, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampeknagari, Kabupaten Agam ditemukan, Rabu (3/6) sekitar pukul 09.00 WIB.

Sontak, penemuan mayat itupun membuat warga setempat geger. Warga langsung berbondong-bondong mendatangi rumah korban untuk menyaksikan. Saat ditemukan, korban posisinya telentang di atas kasur. Tubuhnya membusuk dikerumuni belatung dan mengenakan baju kaso serta kain sarung.

Tak lama berselang, Polisi datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap jasad korban.
Namun, proses evakuasi terhadap jasad korban dilakukan dengan cara yang berbeda. Jasad korban dievakuasi ke rumah sakit oleh petugas memakai Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19.

Kapolres Agam AKPB Dwi Nur Setiawan melalui Kasubag Humas Polres Agam AKP Nurdin mengatakan, penemuan mayat membusuk pertama kali diketahui oleh keponakan korban bernama Melisa (23). Awalnya, Melisa hendak pergi ke sungai yang mana jalannya melewati rumah korban. Saat berada di dekat rumah korban, Melisa mencium bau yang sangat menyengat.

“Merasa penasaran dengan bau yang sangat menyengat tersebut, Melisa langsung memberitahu ibunya Ratnawati. Setelah itu, Melisa bersama ibunya kembali mendatangi rumah korban untuk mencari tahu sumber bau yang menyengat tersebut,” ungkap AKP Nurdin.

Ditambahkan AKP Nurdin, dari hasil penelusuran, ternyata bau menyengat berasal dari dalam rumah korban sehingga membuat saksi makin penasaran. Mereka kemudian mencoba memanggil-manggil korban, tetapi tidak ada sahutan dari korban, sehingga membuat saksi tergerak membuka pintu rumah.

“ketika dibuka secara paksa, ternyata mereka menemukan korban sudah tewas membusuk di dalam kamar tidurnya. Saat itu juga, saksi berteriak memberitahukan kepada warga lainnya, sehingga berdatangan ke rumah korban. Warga setempat meneruskan informasi itu ke Polres Agam dan langsung ditindalanjuti,” jelas AKP Nurdin.

AKP Nurdin menuturkan, dari hasil penyelidikan Tim Hanafis dan pemeriksaan dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka aniaya di tubuh korban. Sementara, keluarga korban menolak untuk melakukan visum terhadap jasad korban dan telah menerima kematian korban dengan disertai surat pernyataan.

“Korban terakhir kali dilihat pihak keluarga keluar rumah dan duduk di warung kopi tidak jauh dari rumah pada Minggu (31/5) sekitar pukul 20.00 WIB sampai 04.00 WIB. Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit hipertensi yang diderita korban sekitar tiga tahun lalu,” ujar AKP Nurdin. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional