Menu

Tewas di Kolam Renang UNP, Bocah Dilepas dengan Isak Tangis

  Dibaca : 3507 kali
Tewas di Kolam Renang UNP, Bocah Dilepas dengan Isak Tangis
Ketua DPC PPP Kota Solok Herdiyulis, perwakilan Audy Joinaldy yang menyerahkan bantuan APD untuk Tagana Kota Solok.
Mengangis

Orang tua Beli Wahyudi (12) tak kuasa menahan tangis saat melihat anaknya terbujur kaku di ruang perawatan RS Bhayangkara Polda Sumbar. Beli meregang nyawa di kolam renang GOR UNP, Selasa (01/09/2015) siang.

PADANG, METRO–Diduga tak pandai berenang, seorang bocah Sekolah Dasar (SD) ditemukan tewas setelah tenggelam di kolam renang GOR UNP, Selasa (1/9) siang. Ketika peristiwa ini terjadi, korban Beli Wahyudi (12), dan rekannya bermain di tepi kolam berenang yang tengah direnovasi.

Menurut teman korban, Albert (12) yang saat itu berada di lokasi, sebelum kejadian, dia bersama korban dan tiga orang teman lainnya sepulang sekolah mendatangi lokasi untuk bermain di sana, dan berencana untuk berenang di kolam itu.

Setiba di lokasi, korban langsung membuka pakaian dan bermain di tepi kolam berenang yang tengah direnovasi. Pada saat itu, korban terpeleset karena menginjak bebatuan yang telah berlumut. Lalu, korban jatuh ke dalam kolam berenang. “Saat korban berada di dalam kolam berenang, saya masih melihat korban melambaikan tangannya agar bisa diselamatkan, namun tak lama korban tenggelam,” kata Albert.

Mengetahui hal itu, dia bersama tiga temannya meminta tolong kepada warga sekitar untuk bisa menolong temannya yang tenggelam di lokasi. Lalu, mereka menemukan beberapa mahasiswa di sekitar lokasi dan segera membawanya.

Setiba di sana, mahasiswa langsung terjun ke dalam air dan mencoba untuk menyelamatkan korban. Tak lama berselang korban akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan tak sadarkan diri.

“Korban ditemukan di dasar kolam dan langsung dievakuasi. Di tepi kolam, mahasiswa itu mencoba memberikan pertolongan pertama, dengan memberikan nafas buatan dan menekan dada korban, namun keluar busa dari mulutnya, dan korban tak sadarkan diri,” katanya.

Lalu, para mahasiswa memberitahukan kejadian itu kepada pihak keamanan kampus. Setelah itu, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar, namun akhirnya korban meninggal dunia.

Dilepas dengan Isak Tangis

Mareg (40), bapak korban tidak menyangka anaknya meninggal dunia. Sebelumnya korban sempat pulang ke rumah untuk mengganti pakaiannya. “Korban pernah meminta izin untuk bermain di lokasi, namun tidak saya izinkan. Sebab, korban tidak bisa berenang,” ujarnya.

Mareg tidak kuasa menerima kejadian itu. Isak tangisnya memecahkan kesunyian rumah sakit. Sesekali dia tersandar dan menerawang jauh. Hanya tatapan kosong yang terpancang dari wajah bapak ini. ”Anakku kenapa cepat kali kau pergi, padahal setiap malam dan pagi aku selalu mendoakanmu, kau anak yang pintar, anak yang sayang sama aku,” hanya itu kata-kata yang terlontar dari mulutnya.

Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana melalui Kapolsek Padang Utara Kompol Yulinasril mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari warga pihaknya mendatangi lokasi dan memintai keterangan dari beberapa saksi di sana. “Korban ditemukan tewas, setelah tenggelam di kolam berenang. Diduga korban jatuh ke dalam kolam, karena terpeleset,” kata Yulinasril.

Yulinasril mengatakan, setelah itu, korban dibawa warga setempat ke rumah sakit untuk dilakukan visum. “Saat ini jasad korban telah dibawa keluarga,” katanya. (cr9)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional