Menu

Tertarik Wisata Gastronomi,Kadis Pariwisata Sumbar Kunjungi Sentra IKM Randang di Kota Payakumbuh

  Dibaca : 95 kali
Tertarik Wisata Gastronomi,Kadis Pariwisata Sumbar Kunjungi Sentra IKM Randang di Kota Payakumbuh
KUNJUNGI SENTRA IKM—Wawako Erwin Yunaz bersama Kadis Pariwisata Sumbar mengunjungi sentra IKM Randang .

POLIKO, METRO–Daklam rangka meninjau langsung ke lapangan terkait dengan Wisata Gastronomi yang sedang digalakan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh melalui program School Of Randangnya, Pemerintah Pro­vinsi Sumatera Barat melalui Kepala Dinas Pariwisata Nov­rial datang ke Sentra IKM Randang Kota Payakumbuh, Rabu (23/6). “Kami ingin me­ngetahui lang­sung seperti apa Wisata Gas­tronominya Pemko Payakum­buh itu atau bagai­mana tek­nisnya School Of Rendang,” ujar Novrial saat disambut oleh Wakil Wali Kota Erwin Yunaz bersama Kadis Nakerin Kota Payakumbuh Yunida Fatwa, Sekdis Andiko Jumarel, dan Kepala UPTD Novit Ardy di kantor Dis­na­kerin.

Untuk memaparkan program School of Randang itu, Wawako Erwin Yunaz selaku penanggung jawab secara khu­sus langsung menjadi nara­sumber dalam podcast ber­sama Kadis Novrial.

Erwin Yunaz menjelaskan salah satu tujuan dari School Of Randang adalah upaya Pe­merintah Kota Payakumbuh melestarikan budaya dan kea­rifan lokal Minangkabau. Anak-anak usia sekolah harus me­ngetahui seluk beluk makanan khas orang Minang. Tak hanya cara membuatnya saja, tetapi juga literasi terkait Randang. “Kita ingin generasi muda Mi­nang ini jangan sampai tidak tahu dengan masakan tradisi khas Sumatera Barat, salah satunya Randang,” ucap Wa­wako Erwin Yunaz.

Dari pertemuan itu, Pem­prov Sumbar siap mendukung Wisata Gastronomi ini, men­urut Kadis Novrial, Payakum­buh adalah pintu masuk wisa­tawan nusan­tara dari Provinsi Riau, orang akan melewati dan sing­gah ke Payakumbuh, meski singgah di Kabupaten Lima­puluh Kota se­bentar, namun wilayah service­nya adalah Pa­ya­kumbuh untuk di Su­ma­tera Barat.  “Sebagai kota yang ter­kenal dengan kuliner siang-ma­lamnya, suatu pikiran oleh pem­prov kalau brandingnya banyak dan bisa berubah dari Ge­lamai, Batiah, menjadi Ran­dang seperti saat ini,” ujarnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional