Menu

Tertangkap Gituan di Toilet Masjid Raya, Pasangan Mahasiswa Merengek dan Nangis

  Dibaca : 2399 kali
Tertangkap Gituan di Toilet Masjid Raya, Pasangan Mahasiswa Merengek dan Nangis

PADANG, METRO – Di hadapan petugas Satpol PP, APS (22), mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri terkenal di Padang ini, merengek-rengek dan menangis agar dibebaskan. Mahasiswi asal Kota Batam ini mengaku, menyesali apa yang sudah dilakukannya bersama sang pacar, WR (20), mahasiswa universitas swasta di Padang.

Rabu (26/4), APS dan WR masih diamankan di kantor Satpol PP Sumbar. Tidak hanya mahasiswi saja yang menangis. Teman prianya, WR, asal Panyalaian, Kabupaten Tanahdatar, juga merengek dan menyesali apa yang sudah diperbuat di toilet Masjid Raya Sumbar, Selasa (25/4) malam.

Meski keduanya merengek agar bisa dibebaskan, keinginan APS dan WR tak terwujud. Kepala Dinas Satpol PP dan PK Sumbar Zul Aliman, kemarin, mengatakan orang tua dari mahasiswa dan mahasiswi sudah mendatangi kantor dan diberi pemahaman, karena kasus anak-anak mereka akan dilanjutkan ke proses hukum.

”Untuk sementara, mereka yang tertangkap tangan mesum di toilet Masjid Raya masih diamankan. Kasus asusila ini digiring sampai persidangan, agar pelaku mendapat ganjaran karena sudah berbuat hal terlarang. Saya telah berkoordinasi langsung dengan pihak pengadilan, untuk menjadwalkan proses hukum dan persidangan tipiring. Sebagai efek jera,” ungkap Zul Aliman, Rabu (26/4).

Dijelaskan, pasangan muda mudi tertangkap saat melakukan mesum di toilet wanita lantai 1 Masjid Raya Sumbar, Selasa (25/4) sekitar jam 21.20 WIB. Hal ini diawali dengan kecurigaan anggota Satpol PP ketika melihat sepasang pengunjung yang bolak balik di sisi kiri Masjid Raya.

Kemudian, pasangan tersebut berhenti di depan toilet. Si wanita masuk ke dalam toilet, sedangkan laki-lakinya menunggu di luar. Setelah menengok kiri dan kanan, tidak lama kemudian, dia mematikan motor dan masuk ke toilet.

Setelah 20 menit, kecurigaan petugas makin tinggi, dan mencoba mendekati toilet tersebut. Petugas mendorong pintu toilet, dan ternyata terkunci.

Tidak ingin mengejutkan, petugas memanjat pintu, dan melihat ke dalam toilet. Terkejut dengan apa yang dilakukan pasangan, petugas menemukan mereka sudah tidak berpakaian. Melihat kejadian itu petugas langsung menggedor dan mendobrak pintu.
”Ada tiga anggota yang patroli. Benar-benar memalukan,” kata Zul Aliman.

Aliman juga menyayangkan, Masjid Raya telah tercoreng oleh perbuatan asusila oleh kalangan intelektual. “Ini Masjid Raya tempat suci untuk beribadah. Tapi, kenapa anak-anak kita yang duduk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi malah berbuat mesum di sana,” sesal Zul Aliman.

Pengamanan Diperketat

Ia menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan keamanan Masjid Raya. Saat ini sudah ada sekitar 6 personel yang bertugas. “Saya berharap, jangan ada lagi kejadian yang seperti ini lagi. Apalagi ini masjid yang digunakan untuk tempat beribadah,” katanya.

Pantauan POSMETRO PADANG, minimnya penerangan, serta lahan kosong di kawasan Masjid Raya Sumbar, sangat memancing kejahatan terjadi. Apalagi sistem pengawasan belum terakomodir dengan baik.

Untuk menghindari kejadian serupa tidak terulang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut melakukan penambahan jumlah personel piket. Selain itu jam kunjungan bagi muda-mudi juga dibatasi hingga pukul 22.00 WIB. Dikarenakan masjid tersebut merupakan tempat ibadah dan juga ikon wisata religi Sumbar.

Untuk penambahan personel jaga tersebut akan berlaku dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. Selain itu, mengingat Ramadhan tinggal hitungan hari, pengamanan masjid juga harus diperketat karena akan banyak masyarakat yang beribadah di malam Ramadhan.

Saat ini, Masjid Raya Sumbar merupakan tempat ibadah yang menjadi lokasi wisata religi bagi masyarakat. Jika sore dan malam datang, lokasi pelataan masjid ramai dikunjungi muda-mudi dan rombongan keluarga. Bahkan banyak masyarakat dari luar yang sengaja datang ke masjid untuk berfoto mengabadikan momen di depan mesjid serta menikmati suasana Kota Padang.

Tak hanya itu, pengawasan dan keamanan tidak hanya dilakukan dari perbuatan maksiat, namun juga dari pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar yang berjejer di sepanjang Masjid Raya Sumbar. Selain itu, kepada masyarakat, katanya, diimbau untuk yang berkunjung ke masjid meluruskan niat untuk beribadah dan menikmati ikon wisata tersebut. (x/l)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

  1. Anonymous

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional